Seminar Santri dan Peluang Kerja Masa Depan
- Santri
- 14 Agu 2022
- 1006

Darul Mujahadah- Minggu (15/08) Genap 19 tahun Ikatan Keluarga Pesantren Darul Mujahadah atau biasa disebut dengan IKPDM berusia. IKPDM adalah sebuah komunitas yang menunjukan bahwa di Dalam Pesantren Darul Mujahadah memiliki tali silaturahmi yang erat antara keluarga Darul Mujahadah dengan Alumni-alumni Darul Mujahadah.
Pada Harlahnya yang ke-19, IKPDM merayakan hari jadinya dengan mengadakan Seminar yang dihadiri oleh semua dewan asatid/ustadah, santriwan-santriwati, serta segenap alumni-alumni Santri Pondok Pesantren Darul Mujahadah. Seminar ini bertujuan untuk membuka gerbang cakrawala kita semua agar pola pikir kita terbuka untuk mempersiapkan masa depan dikemudian hari. “Seminar ini temanya sangat bagus, dengan beberapa narasumber yang hebat, pantas di berikan kepada santri. Semoga santri turut memperhatikan dan aktif dalam bertanya” ujar salah satu ustadah yang ikut menyaksikan acara tersebut.

Di aula Pondok Pesantren darul Mujahadah, pukul 08.00 WIB dibuka acara tersebut oleh kak Yusuf Adrian selaku ketua panitia acara tersebut. Kak Yusuf adrian menuturkan dalam sambutannya bawah “ dengan diadakannya IKPDM ini, kita bisa lebih berwawasan luas dan silaturahmi kita semakin dekat”. Dia juga menyampaikan uacapan terimakasih atas kehadiran semua guna mensukseskan acara pada hari minggu tersebut.
Sambutan yang selanjutnya diisi oleh Al-ustad Mohammad Eko Hadi Kuncoro, S.Fill.I. beliau menuturkan bahwa “ acara ini adalah acara yang bagus, dengan kesempatan ini kita juga bisa mendapatkan ilmu dari berbagai narasumber.” Beliau juga menambahkan “jadilah alumni wajib, artinya alumni yang dalam berperan, akhlaknya, dan bisa menjaga sibghoh atau nama baik Pondok Pesantren Darul Mujahadah diluar sana. Jangan menjadi alumni haram, alumni haram yang dimaksudkan adalah yang kehadirannya tidak diharapkan oleh Pondok Pesantren darul Mujahadah. Karena tidak bisa menjaga sibghoh Pondok Pesantren Darul Mujahadah diluar sana”.

Dilanjutkan dengan acara inti, diisi oleh narasumber pertama yaitu Gus H.M. Aqib Malik selaku Ketua LD-PCNU Kab. Tegal, sekaligus Direktur Al Maliki Center. Beliau memberikan sebuah pengantar bahwa Allah SWT menghadirkan kepada makhluk-Nya termasuk kepada kita itu suatu yang istimewa. Keistimewaan ini bisa dilihat salah satunya dari aspek tempat, waktu dan personalnya. Sehingga dalam islam ada beberapa tempat dan waktu yang mustajab atau tempat dan waktu istimewa. Salah satu tempat yang istimewa adalah majelis ilmu dan Alhamdulillah atas seijin Allah SWT yang menghadirkan kita ditempat, waktu dan orang-orang yang istimewa ini. Beliau menuturkan “menjadi hebat itu penting, tetapi menjadi bermanfaat itu lebih penting.
Terkait tema seminar diatas beliau juga menjelaskan bahwa ketika kita memandang masa depan kita harus memiliki tiga segmen trend yang akan mewarnai Indonesia. Yang pertama segmen terkait Milenial adalah orang yang harus memiliki karakter tersendiri. Segmen yang kedua adalah Urban, segmen ini adalah segmen yang kesadaran perkotaannya lebih dihadirkan, contohnya ketika orang-orang berbondong-bondong dari desa ke kota dengan berbagai macam karakteristik yang ada di dalam dunia perkotaan. Segmen yang terakhir adalah segmen Middle class(menengah keatas) dalam konteks pendidikan, kesejahteraan yang akan merubah pola struktur sosial yang ada. Dapat kita simpulkan bahwa kita harus memiliki tiga karakter yang harus kita kantongi supaya bisa menjawab tantangan masa depan. Karakter yang petama adalah kreatif, konfident, dan konektif. Beliau juga memberikan rumus menggapai masa depan. Yaitu 3B( banyak aktivitas, beragam aktivitas, dan banyak ketemu orang).
Dilanjutkan pembicara yang kedua yaitu H. Akhmad Farkhan, S.Ag., M.H.I selaku Kepala KanKemenag Kab. Tegal. Beliau memberikan pengantar bahwa “ Gus Dur pernah berkata menjadi pintar itu gampang, tetapi menjadikan pintar orang yang ketawa itu susah”. Dalam dawuhnya Beliau menyampaikan yang pertama kita tidak boleh merasa minder, rasa percaya diri harus ditumbuhkan kepada diri masing-masing. Kita harus memiliki branding, modal bahasa itu sangat-sangat menjadikan alasan untuk lebih percaya diri. Ketika rasa percaya diri sudah melekat, itu akan menjadi konsekuen. Yang kedua adalah basic public speaking adalah menjadi syarat penting untuk mendapatkan peluang kerja. Menurut beliau harus diadakan rukun wajib alumni, rukun alumni yang pertama adalah santri Darul Mujahadah anti korupsi, yang kedua alumni harus berakhlakul karimah yang yang terakhir menjaga kualitas diri dimasing-masing bidangnya. Menurut beliau kualitas diri lebih utama dari pada blending diri. Maka tumbuhkanlah rasa percaya diri maka peluang kerja akan kita raih.
Tibalah pada pembicara terakhir, yang diisi oleh Kak Aminudin selaku alumni angkatan ke-3 Pondok Pesantren Darul Mujahadah. Beliau menuturkan kepada satri bahwa apapun yang menjadi keinginan kita, perjuangkanlah itu sampai selesai. Jangan tertipu dengan omongan orang lain. Sedangkan disiplin adalah kunci penting, dimanapun kita berada harus dijalankan dan disiplinlah yang harus kita utamakan. (Rafa Maida_4 TMI - IPA)
Arsip Berita
Pengumuman
- 11 Mei 2023
- 28 Jul 2021
- 10 Mar 2021