Gebyar Budaya Santri Media Pemersatu Budaya Nusantara

Gebyar Budaya Santri Media Pemersatu Budaya Nusantara

Darul Mujahadah – Kamis (12/08) Pondok Pesantren Darul Mujahadah merupakan Lembaga Pendidikan yang telah dikenal luas oleh masyarakat. Tidak heran jika santri Darul Mujahadah berasal dari berbagai kota dan daerah. Masih dalam serangkaian acara pekan Khutbatul Arsy, Darul Mujahadah memiliki cara tersendiri untuk menyuguhkan sebuah acara megah guna menyatukan keanekaragaman budaya lewat acara Gebyar Budaya Santri.

Dari santri untuk santri. Ibarat pepatah yang pantas diacungkan kepada santri PPDM. Pasalnya, di tengah kepadatan kegiatan, tidak mematahkan arang semangat mereka untuk berkreasi. Hal ini dibuktikan, ketika santri per konsulat saling beradu aksinya di atas panggung dengan memamerkan beberapa kreasi seni yang mereka persiapkan beberapa minggu yang lalu. Konsulat peserta Gebyar Budaya Santri yaitu konsulat Masjaka (Margasari dan Jakarta), konsulat Brebes dan konsulat Tegal yang masing-masing terbagi menjadi putra dan putri. Penampilan yang mereka pentaskan di antaranya adalah aneka ragam tari tradisional dan kisah dari beberapa daerah.

Konsulat Masjaka Putri menampilkan aksi Palang Pintu khas Betawi, dilanjut dengan Macapat dan mix tarian Nusantara. Konsulat MASJAKA Putra menampilkan drama Betawi berjudul Si Pitung. Konsulat Tegal Putri menampilkan sebuah tarian Nusantara (Wonder Land). Konsulat Tegal Putra menampilkan drama bertema Memperkenalkan Makanan Khas Tegal. Konsulat Brebes Putri menampilkan drama khas daerah Brebes berjudul Jaka Poleng dan Konsulat Brebes Putra menampilkan drama tentang Santri nakal berubah menjadi baik.

Hingga akhir acara, semuanya berjalan dengan megah dan lancar. Hal ini tidak lepas dari kerja sama dan kedisiplinan panitia dalam menyelenggarakan acara tersebut. Seni Budaya Santri bukan hanya sekedar pentas kesenian biasa, tetapi memiliki tujuan agar santri bisa mengenal dan melestarikan budaya yang ada di Tanah Air serta menghargai perbedaan. (Nulfisari)