Pramuka Darul Mujahadah Menggema di Jambore Ranting Margasari

Pramuka Darul Mujahadah Menggema di Jambore Ranting Margasari

Darul Mujahadah – Jum’at (12/08) Tetap eksis di dalam kegiatan adalah salah satu pencapaian yang luar biasa. Setelah beberapa tahun fakum karena Covid-19, kini saatnya Pramuka Darul Mujahadah siap menggema di Jambore Ranting Margasari. Kegiatan ini diadakan tepatnya di lapangan Desa Jatilawang Kec. Margasari. Tujuan utama Darul Mujahadah mengikuti jambore ranting adalah syi’ar kepada masyarakat sekitar, serta memberikan pengalaman kepada peserta saat berkemah.

Hari Kamis(11/08) diawali dengan pendirian tenda. Kegiatan pendirian tenda dilaksanakan satu hari sebelum kegiatan dimulai. Adapun perserta terdiri dari SD/MI, SMP/MTs sederajat sekecamatan Margasari. Dimana setiap gudep mengirimkan satu regu putra dan satu regu putri. Diawali dengan upacara pembukaan dilaksanakan badha shalat Jumat, jam 14.00 WIB. Tidak meredup pula eksistensi santri Darul Mujahadah saat membawakan yel-yel andalannya dalam setiap kesempatan.

Rentetan kegiatan dilaksanakan, dan ada beberapa kegiatan yang menjadi ajang perlombaan untuk tingkat SD-SMP sederajat. Untuk tingkat SMP/MTs sendiri diantaranya lomba pionering, K3 dan pentas seni. Perlombaan K3 di mulai sedari awal pendirian tenda sampai akhir acara, tujuan diadakannya perlombaan K3 ini, para peserta dituntut untuk lebih perduli terhadap lingkungan, disiplin, dan menciptakan rasa kerjasama antar anggota.

Dilanjutkan perlombaan pada hari sabtu(13/08) yaitu lomba pionering. Kegiatan pionering adalah sebuah kegiatan dimana perlu adanya kerjasama antar sesama anggota untuk membuat suatu kreatifitas dari bahan tongkat pramuka. Kali ini regu kami tidak mau kalah eksisnya dalam perlombaan ini, pasalnya semua tim regu baik regu putra dan putri sangat antusias dan optimis. Regu putra membuat pionering mobil, sedangkan regu putri membuat pionering helikopter. Tepat dimalam hari, pukul 19.30 sampai dengan selesai, acara inti yang dinanti yaitu api unggun dan pentas seni di gelar. Ramainya penonton dari segala penjuru memadati jalanan sekitar lapangan, dengan diiringi rintikan air hujan yang tidak memadamkan semangat kami. Pada pentas seni regu putra dan regu putri Darul Mujahadah menampilkan pentas seni berupa drama dan tarian guci. Tarian guci merupakan salah satu tarian khas Tegal. Dimana sang penari membawa hiasan berupa guci yang disebut dengan istilah “ngindit”.

Minggu(14/8) tibalah dipenghujung kegiatan. Dimana di hari terakhir pelaksanaan jambore, sembari perombakan tenda, upacara penutupan pun digelar. Alhamdulillah regu putri Darul Mujahadah mendapatkan dua piala. Yaitu perlombaan pionering dan K3. Lelah selama tiga hari tidak terasa, karena pulang tidak dengan tangan hampa.(Nulfisari)