- Beranda
- Berita
- Santri Darul Mujahadah Lanjutkan General Lecture Part III, Bahas Makna Kehidupan dan Panca Jiwa Pondok
Santri Darul Mujahadah Lanjutkan General Lecture Part III, Bahas Makna Kehidupan dan Panca Jiwa Pondok
- Sosial
- 28 Jul 2026
- 229

Darul Mujahadah, Selasa (28/7/2026) – Rangkaian kegiatan General Lecture atau kuliah umum di Pondok Pesantren Darul Mujahadah terus berlanjut memasuki babak ketiga. Pada sesi yang dilaksanakan Selasa pagi, para santri mendapatkan materi yang sarat akan nilai-nilai kehidupan dan penguatan karakter kepesantrenan.
Kuliah umum kali ini disampaikan oleh Al-Ustadz Mohammad Eko Hadi Kuncoro, S.Fil.I., M.Pd. Dalam pemaparannya, beliau mengajak seluruh santri untuk memahami hakikat kehidupan sebagai ladang ibadah, pengabdian, dan ujian. Seperti nasihat dari Buya Hamka, “Kalau hidup hanya sekadar hidup, kera di hutan juga hidup. Kalau bekerja hanya sekadar bekerja, kerbau di hutan juga bekerja.”
Nasihat tersebut menjadi pengingat bahwa manusia harus memiliki tujuan hidup yang bernilai dan bermanfaat bagi sesama.
Beliau, Al-Ustad Mohammad Eko Hadi Kuncoro, S.Fil.I., M.Pd. yang akrab disapa Biya Hadi, menjelaskan bahwa setiap manusia dapat mengabdi sesuai dengan potensi yang dimiliki.
"Seseorang yang memiliki ilmu hendaknya mengabdi dengan ilmunya, sedangkan yang memiliki harta hendaknya mengabdi melalui hartanya."
Hal tersebut sejalan dengan hadis Rasulullah SAW, “Khairunnas anfa'uhum linnas”, yang berarti “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.”
Setelah membahas makna kehidupan, materi dilanjutkan dengan pembahasan mengenai Panca Jiwa Pondok, yang menjadi landasan pembentukan karakter santri. Lima nilai tersebut meliputi keikhlasan, kesederhanaan, berdikari, ukhuwah Islamiyah, dan kebebasan.
Pada pembahasan pertama, yaitu keikhlasan, pemateri menegaskan bahwa setiap amal tidak akan memiliki makna apabila tidak dilandasi dengan niat yang tulus karena Allah SWT.
"Keikhlasan adalah kemampuan untuk terus melangkah dengan konsisten tanpa mengharapkan validasi dari manusia, melainkan hanya mengharap ridha Allah SWT." Ungkap beliau menambahkan.
Nilai kedua adalah kesederhanaan, dijelaskan bukan sebagai hidup serba kekurangan, melainkan hidup sesuai kebutuhan dan kewajaran. Kesederhanaan juga berarti mampu menempatkan segala sesuatu secara pantas dan proporsional, tanpa berlebihan maupun bermewah-mewahan.
Selanjutnya, pada nilai berdikari, santri diajak untuk memiliki sikap mandiri dan mampu mengandalkan kemampuan sendiri dalam menjalani kehidupan.
Sementara itu, ukhuwah Islamiyah ditekankan sebagai semangat persaudaraan yang harus terus dipupuk di lingkungan pesantren, sehingga tercipta kebersamaan, saling menghormati, dan saling membantu antarsantri.
Adapun pembahasan mengenai nilai kelima, yaitu kebebasan, belum disampaikan secara tuntas pada sesi kali ini. Materi tersebut akan dilanjutkan pada General Lecture Part IV yang dijadwalkan berlangsung pada malam harinya.
Melalui kuliah umum ini, diharapkan seluruh santri Darul Mujahadah tidak hanya memahami ilmu secara teoritis, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilai kehidupan dan Panca Jiwa Pondok dalam kehidupan sehari-hari sebagai bekal menjadi pribadi yang berakhlak mulia, mandiri, serta bermanfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat.
Author : Tim Darul Mujahadah Media Center ( Manda Lutfiana Artika 6 TMI)
Arsip Berita
Pengumuman
- 11 Mei 2023
- 01 Mar 2022
- 27 Jul 2020