General Lecture Part II Khutbatul Arsy: Menerangkan Kisah Sejarah Pondok Pesantren Darul Mujahadah

General Lecture Part II Khutbatul Arsy:  Menerangkan Kisah Sejarah Pondok Pesantren Darul Mujahadah

Margasari, 27 Juli 2026 – Pondok Pesantren Darul Mujahadah Islamic Boarding School menggelar General Lecture Part II sebagai rangkaian kegiatan Khutbatul Arsy pada Senin malam (27/7/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula Pondok Pesantren Darul Mujahadah ini dimulai sekitar pukul 20.00 WIB dan berakhir pada pukul 23.00 WIB.

‎Acara dipandu oleh dua pembawa acara, yaitu Alief Faturrahman dan Ridho Khafidz dari kelas 4 TMI. Sementara itu, pembacaan qiraah dibawakan oleh Nizam Al-Husen dari kelas 4 TMI. Sebelum memasuki acara inti, kegiatan diawali dengan pembacaan Iftitah, lantunan ayat suci Al-Qur'an, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Hymne Oh Pondokku, Mars Darul Mujahadah, serta pengabsenan santri.

‎General Lecture Part II disampaikan oleh Al-Ustadz Mohammad Eko Hadi Kuncoro, S.Fil.I., M.Pd. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa setiap santri memiliki dua orang tua, yaitu orang tua biologis dan orang tua ideologis. Orang tua biologis berperan melahirkan dan merawat anak, sedangkan orang tua ideologis, yakni para ustadz dan ustadzah di pondok pesantren, memiliki tugas membimbing serta mendidik santri agar memperoleh ilmu yang bermanfaat.

‎Beliau yang akrab di sebut Biya Hadi ini, juga menegaskan bahwa Pondok Pesantren Darul Mujahadah merupakan pondok yang terbuka bagi seluruh umat Islam dan tidak berpihak pada organisasi maupun kepentingan politik tertentu.

‎"Pondok ini berdiri sebagai milik umat karena seluruh asetnya telah diwakafkan untuk kemaslahatan pendidikan Islam".

‎Dalam kesempatan tersebut, Al-Ustadz Eko Hadi Kuncoro, S.Fil.I., M.Pd. turut menjelaskan makna nama Darul Mujahadah. Kata "Dar" berarti rumah atau tempat, sedangkan "Mujahadah" berarti bersungguh-sungguh. Dengan demikian, Darul Mujahadah memiliki makna tempat untuk bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu dan beribadah.

‎Selain itu, beliau menyampaikan visi Pondok Pesantren Darul Mujahadah, yaitu mencetak generasi muda Islam yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia. Para santri juga diperkenalkan kembali dengan Panca Jiwa Pondok, yaitu keikhlasan, kesederhanaan, ukhuwah Islamiyah, berdikari, dan kebebasan, serta motto pondok, yaitu berbudi tinggi, berbadan sehat, berpengetahuan luas, dan berpikiran bebas.

‎Dalam penjelasannya, beliau menerangkan bahwa Mars Darul Mujahadah merupakan karya Abah Asror yang disadur, sedangkan Hymne Oh Pondokku berasal dari Pondok Modern Gontor. Untuk menjaga semangat peserta, panitia juga menyisipkan sesi resting di tengah kegiatan.

‎Seluruh rangkaian acara berlangsung dengan tertib dan penuh antusiasme. Setelah kurang lebih tiga jam pelaksanaan, General Lecture Part II resmi ditutup dengan pembacaan hamdalah dan kafaratul majelis. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh santri baru semakin memahami sejarah, nilai-nilai, visi, misi, serta budaya Pondok Pesantren Darul Mujahadah sehingga tumbuh semangat untuk belajar, berjuang, dan mengamalkan ilmu dengan penuh keikhlasan.

‎Author : Tim Darul Mujahadah Media Center (Wilhelmina Yudya Intan Utami Kelas 3 TMI)