‎Kuliah Umum Babak IV Khutbatul 'Arsy: Menanamkan Nilai Kebebasan, Motto Pondok, dan Karakter Santri

‎Kuliah Umum Babak IV Khutbatul 'Arsy: Menanamkan Nilai Kebebasan, Motto Pondok, dan Karakter Santri

Darul Mujahadah, 28 Juli 2026 – Pondok Pesantren Darul Mujahadah kembali menggelar Kuliah Umum Babak IV sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Khutbatul 'Arsy, Selasa (28/7), pukul 20.00 WIB. Kegiatan ini diisi kembali oleh Al-Ustadz Mohammad Eko Hadi Kuncoro, S.Fil.I., M.Pd., selaku Pimpinan Pondok Pesantren Darul Mujahadah.

‎Pada kesempatan tersebut, beliau yang akrab disapa Biya Hadi, melanjutkan pembahasan mengenai Panca Jiwa Pondok Pesantren, khususnya nilai kebebasan. Beliau menjelaskan bahwa kebebasan yang dimaksud dalam falsafah pondok bukanlah kebebasan untuk berbuat semaunya, melainkan kebebasan berpikir, berkarya, dan menentukan masa depan dengan tetap berlandaskan disiplin, nilai-nilai agama, serta tanggung jawab.

‎Usai membahas Panca Jiwa Pondok, materi dilanjutkan dengan penjelasan mengenai Motto Pondok Pesantren yang menjadi pedoman hidup para santri.

‎Motto pertama, berbudi tinggi, ditekankan sebagai dasar utama dalam kehidupan. "Seseorang yang memiliki ilmu tinggi namun tidak disertai akhlak yang mulia belum dapat dikatakan sebagai pribadi yang baik." Ungkap beliau.

‎Motto kedua adalah berbadan sehat. Beliau menjelaskan bahwa kesehatan merupakan penunjang utama dalam menjalankan ibadah, belajar, dan pengabdian. Dengan tubuh yang sehat, setiap aktivitas dapat dilaksanakan secara optimal.

‎Selanjutnya, motto ketiga yaitu berpengetahuan luas. Santri diharapkan memiliki keseimbangan antara ilmu agama dan ilmu umum sehingga mampu menjadi pribadi yang terbuka, bijaksana, serta tidak mudah menghakimi perbedaan. Pengetahuan yang luas akan membentuk sikap kritis sekaligus menghargai keberagaman pandangan.

‎Adapun motto terakhir adalah berpikiran bebas, yaitu kemampuan berpikir secara kritis, kreatif, dan objektif dalam mencari kebenaran. Kebebasan berpikir tersebut harus didasari oleh ilmu pengetahuan yang memadai agar menghasilkan keputusan yang bertanggung jawab.

‎Pada sesi berikutnya, Al-Ustadz Mohammad Eko Hadi Kuncoro, S.Fil.I.,M.Pd. memaparkan sistem kurikulum yang diterapkan di Pondok Pesantren Darul Mujahadah. Beliau menjelaskan bahwa pondok menerapkan dwikurikulum, yaitu perpaduan antara Kurikulum KMI Pondok Modern Darussalam Gontor dan Kurikulum Kementerian Agama Republik Indonesia.

‎Beliau juga menegaskan bahwa yang membedakan Darul Mujahadah dengan lembaga pendidikan lainnya adalah proses pembelajaran. Pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga melalui berbagai kegiatan di luar kelas yang berperan besar dalam pembentukan karakter santri.

‎Pembinaan karakter tersebut diwujudkan melalui berbagai organisasi dan kegiatan, seperti OSDAM (Organisasi Santri Darul Mujahadah), Pramuka, Muhadharah (latihan pidato), DMC (Darul Mujahadah Media Center), praktik khutbah, praktik imamah, serta Amaliyah Tadris atau praktik mengajar.

‎Di akhir penyampaian materi, beliau menegaskan bahwa Darul Mujahadah memadukan nilai-nilai modern dalam pola pikir dengan tetap mempertahankan adab dan tradisi salaf. Santri dibekali berbagai kunci untuk meraih keberhasilan melalui usaha dan ikhtiar yang sungguh-sungguh. Salah satu kunci utama menuju kesuksesan yang terus ditekankan adalah disiplin, karena disiplin menjadi fondasi dalam membangun karakter, meraih prestasi, dan menggapai masa depan yang lebih baik.

‎Author: Tim Darul Mujahadah Media Center (Nasya Aprillia Maa'rif Kelas 6 TMI)