Quick Macky Contest: Menajamkan Nalar dan Karakter Santri di Pondok Pesantren Darul Mujahadah

Quick Macky Contest: Menajamkan Nalar dan Karakter Santri di Pondok Pesantren Darul Mujahadah

Prupuk, 23 Januari 2026 — Suasana aula Pondok Pesantren Darul Mujahadah pada Jumat pagi, 23 Januari 2026, dipenuhi semangat dan antusiasme para santri. Dalam rangkaian Language Festival, pesantren menggelar Quick Macky Contest, sebuah perlombaan bahasa yang tidak hanya menguji kecepatan berpikir, tetapi juga ketepatan, kerja sama tim, dan keberanian berekspresi.

Acara resmi dibuka oleh Pimpinan Pondok Pesantren Darul Mujahadah, Al-Ustadz Mohammad Eko Hadi Kuncoro, S.Fil.I.,M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa penguasaan bahasa asing bukan sekadar keterampilan teknis, melainkan jendela untuk memahami dunia, memperluas cakrawala berpikir, serta menjadi bekal dakwah dan pergaulan santri di era global. Bahasa, menurut beliau, adalah jembatan antara ilmu dan akhlak, antara pesantren dan masyarakat luas.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan basmalah, dilanjutkan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang menghadirkan suasana khidmat. Setelah itu, peraturan perlombaan disampaikan oleh Al-Ustadz Khaerudin, S.Pd., sebagai penegasan bahwa kompetisi harus berjalan dalam koridor disiplin, kejujuran, dan sportivitas.

Perlombaan ini diikuti oleh empat grup yang telah lolos seleksi. Masing-masing grup menunjukkan kemampuan terbaik dalam penguasaan kosakata, kecepatan berpikir, dan ketepatan menjawab pertanyaan. Sorak dukungan penonton mengiringi setiap sesi, menjadikan lomba ini bukan sekadar ajang mencari poin, tetapi juga ruang pembelajaran yang hidup dan menyenangkan.

Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, Grup A meraih skor tertinggi dengan 1.250 poin, disusul Grup B dengan 1.075 poin, Grup C dengan 650 poin, dan Grup D dengan 100 poin. Dengan hasil tersebut, Grup A dinobatkan sebagai pemenang dan berhak atas hadiah yang telah disiapkan panitia.

Lebih dari sekadar kompetisi, acara ini juga memiliki beberapa manfaat untuk para santri dalam menumbuhkan potensi santri secara utuh—akal, rasa, dan karakter. Kecepatan menjawab bukan tujuan akhir, melainkan sarana melatih fokus, keberanian, dan kepercayaan diri. Kerja sama dalam grup mencerminkan nilai kebersamaan dan tanggung jawab, sementara sportivitas mengajarkan bahwa kemenangan sejati bukan hanya soal skor, tetapi juga sikap.

Acara ditutup dengan pengumuman pemenang, pembagian hadiah, dan doa bersama. Dan dari acara ini diharapkan terus menjadi agenda rutin yang melahirkan santri yang cakap berbahasa, berpikiran terbuka, serta berakhlak mulia.