Singing Contest Darul Mujahadah: Harmoni Bahasa, Bakat, dan Masa Depan Santri
- Pesantren
- 22 Jan 2026
- 374

Darul Mujahadah, 22 Januari 2026 — Kamis malam di Pondok Pesantren Darul Mujahadah terasa berbeda. Di bawah cahaya lampu aula dan sorak antusias para santri, kegiatan singing contest digelar sebagai ruang ekspresi bakat sekaligus sarana pembelajaran bahasa asing yang hidup dan bermakna.
Perlombaan yang dimulai pukul 20.00 WIB ini diikuti oleh santri-santri terpilih yang telah melewati tahap seleksi. Mereka membawakan lagu-lagu berbahasa Inggris dan Arab, dua bahasa yang menjadi jendela peradaban dan ilmu pengetahuan. Di panggung sederhana itu, para santri tidak sekadar bernyanyi, tetapi juga menafsirkan makna lirik, mengolah rasa, dan menyampaikan pesan melalui harmoni suara.
Acara dibuka dengan sambutan oleh Al-Ustadz Mohammad Eko Hadi Kuncoro, S.Fil.I.,M.Pd. selaku Pimpinan Pondok Pesantren Darul Mujahadah. Dalam pesannya, beliau menegaskan bahwa bahasa bukan hanya alat komunikasi, tetapi kunci untuk memahami dunia, memperluas cakrawala berpikir, dan menyiapkan santri menghadapi tantangan global. Bahasa Inggris dan Arab, menurut beliau, adalah bekal dakwah dan pergaulan internasional yang harus dikuasai sejak dini.
Para peserta tampil penuh percaya diri dengan kualitas vokal dan penghayatan yang matang. Dewan juri menilai berdasarkan kejernihan suara, ketepatan pelafalan, penguasaan panggung, dan ekspresi. Sementara itu, para penonton memberikan dukungan hangat, menjadikan perlombaan ini bukan sekadar kompetisi, melainkan perayaan bersama atas bakat dan usaha.
Lebih dari sekadar ajang mencari juara, kegiatan ini mengandung filosofi pendidikan pesantren: mengasah potensi santri secara utuh—akal, rasa, dan keterampilan. Seni musik dijadikan medium untuk melatih keberanian, kedisiplinan, serta kepekaan bahasa. Dalam setiap nada yang dilantunkan, tersimpan nilai perjuangan, ketekunan, dan harapan akan masa depan yang lebih luas.
Acara ditutup dengan pengumuman pemenang, pemberian hadiah, dan doa bersama. Malam itu bukan hanya meninggalkan kesan meriah, tetapi juga pesan mendalam bahwa pendidikan tidak selalu harus berada di ruang kelas. Melalui panggung sederhana dan lagu-lagu berbahasa asing, Pondok Pesantren Darul Mujahadah menanamkan keyakinan bahwa santri mampu berdiri sejajar di dunia global tanpa kehilangan jati diri keislaman.
Singing contest ini diharapkan terus menjadi tradisi positif yang menumbuhkan bakat, memperkuat penguasaan bahasa, serta membentuk generasi santri yang percaya diri, berwawasan luas, dan berakhlak mulia.