Memperbarui Kinerja Pengurus dengan Bimbingan OSDAM

Memperbarui Kinerja Pengurus dengan Bimbingan OSDAM

Darul mujahadah — Senin, 26 Januari 2026 para pengurus OSDAM Putri Pondok Pesantren Darul Mujahadah kembali mengikuti kegiatan Bimbingan OSDAM untuk kedua kalinya di semester genap. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam meningkatkan kualitas kepengurusan serta memperkuat semangat menjalankan amanah organisasi.

Acara ini dihadiri oleh 54 peserta, meskipun 1 pengurus berhalangan hadir karena sakit. Kegiatan berlangsung dengan penuh antusiasme dan kesungguhan dari seluruh peserta yang hadir.

Pada kesempatan kali ini, materi disampaikan oleh Al Ustadz Ismail Marzuki, S.S., yang juga menjabat sebagai Kepala Madrasah Aliyah Darul Mujahadah. Beliau mengangkat tema “Menjadi Pengurus OSIS yang Tangguh dan Profesional.”

Materi dibuka dengan pertanyaan pemantik, “Apa itu capacity building?” Beliau kemudian menjelaskan bahwa capacity building berarti membangun kapasitas diri, karena kapasitas individu sangat menentukan kualitas sebuah organisasi.

Dalam pemaparannya, beliau menyampaikan tiga kunci utama dalam pengembangan diri, yaitu:

Self-awareness (kesadaran diri)

Skill upgrading (peningkatan keterampilan)

Team resilience (ketangguhan tim)

Tak hanya itu, beliau juga mengingatkan pentingnya bekerja secara profesional di lingkungan pesantren melalui metode DKTS:

Disiplin, Komitmen, Tata Krama, dan Solutif.

Komunikasi yang baik juga menjadi sorotan penting. Beliau menegaskan bahwa komunikasi adalah kunci dalam organisasi dan tidak boleh ada silent treatment atau sikap saling mendiamkan yang dapat merusak kekompakan tim.

Para pengurus juga dibekali pemahaman tentang manajemen waktu melalui skala prioritas, agar mampu menyeimbangkan tugas organisasi dan kewajiban pribadi. Selain itu, beliau menekankan bahwa karakter pemimpin masa depan harus memiliki tiga hal utama:

Integritas, Empati, dan Rendah Hati.

Diharapkan, melalui bimbingan ini, semangat para pengurus dapat kembali menyala serta kinerja mereka semakin meningkat dalam menjalankan amanah yang telah diberikan.

Kegiatan ditutup dengan kalimat motivasi yang begitu membekas:

“Di OSDAM kita tidak digaji dengan uang, tetapi dibayar dengan pengalaman yang tidak bisa dibeli.”

Kalimat tersebut terpampang jelas di layar proyektor, menjadi pengingat bahwa setiap proses dalam organisasi adalah bekal berharga untuk masa depan.

 

Ditulis oleh Ajeng Eka Latief