- Beranda
- Berita
- General Lecture Part I Khutbatul Arsy: Meneguhkan Kepesantrenan sebagai Landasan Menjadi Santri Berkualitas
General Lecture Part I Khutbatul Arsy: Meneguhkan Kepesantrenan sebagai Landasan Menjadi Santri Berkualitas
- Pesantren
- 27 Jul 2026
- 162

Memasuki hari kedua rangkaian Pekan Perkenalan Khutbatul Arsy 1448 H, Pondok Pesantren Darul Mujahadah menyelenggarakan General Lecture Part I pada Senin (27/7/2026), bertepatan dengan 12 Safar 1448 H. Kegiatan ini menjadi pembuka dari empat sesi kuliah umum yang akan dilaksanakan dengan tema berbeda sebagai bekal awal bagi para santri dalam memahami kehidupan pesantren.
Pada sesi perdana, materi bertema Kepondokan disampaikan oleh Al-Ustadz Mohammad Eko Hadi Kuncoro, S.Fil.I., M.Pd., salah satu Trimurti Pimpinan Pondok Pesantren Darul Mujahadah.
Sebelum memasuki inti pembahasan, beliau yang akrab di sapa Biya Hadi ini, mengawali penyampaian materi dengan pesan tentang pentingnya ziyadatut taqwa atau senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
"Terdapat lima nikmat besar yang patut disyukuri, yaitu nikmat Islam, nikmat iman, nikmat taubat, nikmat istiqamah, dan nikmat mujahadah. Dengan bekal tersebut, santri diharapkan mampu menjalani kehidupan pesantren dengan penuh kesungguhan", Ungkap Biya Hadi.
Selanjutnya, Ustadz Mohammad Eko Hadi Kuncoro, S.Fil.I., M.Pd., menjelaskan makna Khutbatul Arsy. Istilah tersebut berasal dari bahasa Arab, yakni khutbah yang berarti nasihat atau ceramah, dan arsy yang bermakna singgasana atau tempat yang tinggi. Secara makna, Khutbatul Arsy merupakan pidato agung yang menjadi pedoman bagi seluruh warga pesantren dalam menyongsong tahun ajaran baru.
Beliau menegaskan bahwa kegiatan Khutbatul Arsy diselenggarakan setiap tahun sebagai bekal agar santri memiliki pemahaman yang benar terhadap nilai, tujuan, dan arah pendidikan pesantren. Dengan pemahaman yang utuh, santri tidak mudah salah menilai ataupun menyimpulkan sesuatu hanya dari sebagian informasi.
Dalam penyampaiannya, beliau memberikan beberapa perumpamaan yang sarat makna. Santri diingatkan agar tidak seperti seseorang yang hanya melihat kulit manggis tanpa menikmati isinya, atau seperti anak kecil yang melihat semangkuk bakso tanpa memahami keseluruhannya. Beliau juga mengibaratkan agar santri tidak menjadi seperti orang yang hanya melihat satu pohon tanpa menyadari luasnya hutan di belakangnya, sehingga tidak tergesa-gesa dalam mengambil kesimpulan.
Pada kesempatan tersebut, beliau juga mengulas sejarah perkembangan pesantren di Indonesia yang telah tumbuh sejak masa Wali Songo hingga era modern. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren, beliau menjelaskan bahwa pesantren memiliki beberapa bentuk penyelenggaraan, mulai dari pesantren salafiyah, khalafiyah (modern), kombinasi salafiyah dan khalafiyah, tahfidz, hingga pondok keterampilan.
Selain itu, beliau menjelaskan lima rukun utama pondok pesantren, yaitu kiai, santri mukim, pondok atau asrama, masjid, serta kajian kitab kuning. Kelima unsur tersebut menjadi fondasi utama yang membentuk sistem pendidikan pesantren.
Pada bagian akhir kuliah umum, Al-Ustadz Mohammad Eko Hadi Kuncoro, S.Fill.I., M.Pd., memperkenalkan sosok pendiri Pondok Pesantren Darul Mujahadah, KH. Asrori Muhtarom, sekaligus menjelaskan makna kata santri yang tersusun dari beberapa huruf Arab dengan filosofi yang menggambarkan santri sebagai pelopor kebaikan, penerus perjuangan ulama, pembawa manfaat bagi umat, serta pribadi yang selalu mengharap ridha Allah SWT.
Beliau juga menyampaikan bahwa pesantren memiliki tiga fungsi utama, yaitu sebagai pusat pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat. Adapun budaya yang terus ditanamkan kepada seluruh santri Darul Mujahadah meliputi pembiasaan berbahasa, keaktifan dalam kegiatan, kedisiplinan, serta menjaga salat berjamaah sebagai karakter utama santri.
Menutup kuliah umum, beliau mengajak seluruh santri untuk terus mengembangkan potensi, menjaga eksistensi, dan membangun konsistensi dalam menuntut ilmu. Santri diharapkan menjadi generasi yang mampu belajar dengan kesungguhan, berjuang dengan keteguhan, serta mengabdi dengan keikhlasan demi kemajuan agama, bangsa, dan masyarakat. Dengan semangat tersebut, General Lecture Part I diharapkan menjadi pijakan awal bagi seluruh santri baru dalam memahami hakikat kehidupan pesantren dan mempersiapkan diri menjadi insan yang berilmu, berakhlak, serta bermanfaat bagi umat.
Author: Tim Darul Mujahadah Media Center (Ajeng Eka Latief Kelas 6 TMI)
Arsip Berita
Pengumuman
- 10 Mar 2021
- 01 Mar 2022
- 14 Des 2021