- Beranda
- Berita
- Panggung Gembira Devotion Generation: Tampilkan Kreativitas Santri dalam Balutan Bhinneka Tunggal Ika
Panggung Gembira Devotion Generation: Tampilkan Kreativitas Santri dalam Balutan Bhinneka Tunggal Ika
- Sosial
- 18 Sep 2026
- 197

Pondok Pesantren Darul Mujahadah, 17 September 2026 — Panggung Gembira menjadi salah satu rangkaian kegiatan Khutbatul Arsy yang menampilkan kreativitas dan bakat para santri dalam acara yang mengusung tema Bhinneka Tunggal Ika. Kegiatan tersebut berlangsung di aula pada Kamis, 17 September 2026, dengan menghadirkan beragam penampilan seni, musik, tari, hingga drama.
Acara dipandu oleh Ananda M. Raafi'u Elwustqo 6 TMI, ananda M. Hamka Subyanto 5 TMI, dan ananda Ade Apriyadi 4 TMI selaku MC. Panggung Gembira tersebut menggunakan tiga bahasa dan menjadi wadah bagi para santri untuk menunjukkan kreativitas mereka dalam mengemas berbagai pesan moral melalui pertunjukan.
Kegiatan diawali dengan pembacaan lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh ananda Ahmad Muwafiq 6 TMI dan ananda Akbar 3 TMI diselingi lantunan shalawat. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua KA ananda Royhan Haris 6 TMI. Sambutan dilanjutkan oleh Pimpinan Pondok Pesantren Darul Mujahadah, Al-Ustadz Mohammad Eko Hadi Kuncoro, S.Fil.I., M.Pd. Dalam sambutannya, beliau yang akrab disapa Biya Hadi menyampaikan pesan mengenai pentingnya bersyukur atas berbagai nikmat yang diberikan Allah SWT.
“Panggung Gembira tidak hanya tontonan megah, tetapi merupakan pendidikan, disinilah adanya pergerakan, karena hampir seluruh santri Darul Mujahadah ikut terjun secara langsung dalam Panggung Gembira" demikian salah satu pesan yang disampaikan dalam rangkaian acara.
Pesan tersebut menggambarkan bahwa setiap pertunjukan tidak sekadar menghibur, tetapi juga mengandung nilai pendidikan dan moral bagi para penonton. Sambutan diakhiri dengan memasukan logo Devotion Generation kedalam box sebagai tanda dibukanya acara Panggung Gembira Devotion Generation.
Suasana semakin meriah dengan penampilan yang membawakan berbagai video cuplikan Indonesia dengan keberagaman suku, agama, dan ras serta grand opening. Penampilan tersebut dilanjutkan dengan ucapan selamat dan sukses untuk Panggung Gembira Devotion Generation oleh Bapak Bupati Tegal, Hj. Ishak, serta iklan Bank Sampah dan Tari Pesona Bhinneka yang melibatkan berbagai elemen tari seperti Kecak, Piring, dan Kipas.
Setiap penampilan kemudian diselingi ucapan selamat dan sukses serta berbagai pesan singkat. Beberapa ucapan tersebut datang dari sejumlah tokoh dan pihak, di antaranya pesan dari alumni Kak Honi Hadi Rosidik dari Sekolah Pelayaran, Kak Farid yang saat ini berada di Khairo, Kak Nazril yang pernah terpilih sebagai Duta Genre, dan masih banyak lagi ucapan selamat atas terselenggaranya panggung gembira.
Tidak hanya menampilkan kesenian, acara juga menghadirkan LKBB (Baratayudha). Penampilan tersebut menceritakan kisah tentang Sumpah Pemuda, dilanjutkan dengan senandung shalawat, serta WIT (Waktu Indonesia Tertawa). Dalam salah satu adegannya, ditampilkan kisah seorang kakek yang diperankan oleh Ananda Padli Agus Muslim 6 TMI yang sedang menjalani pengobatan di rumah sakit bersama sejumlah pasien dengan kondisi berbeda. Kedatangan sekelompok preman kemudian menimbulkan kegaduhan, hingga sang kakek memberikan nasihat kepada mereka.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan teatrikal puisi yang diperankan oleh ananda Jessicika 5 TMI, ananda Ajeng Eka 6 TMI dan ananda Alifia 4 TMI. Mereka menggambarkan semangat para santri yang menjunjung prinsip Bhinneka Tunggal Ika.
Penampilan selanjutnya adalah Wayang Orang, berkisah tentang kerajaan Alangka yang di serang pasukan Kera Putih dan Anoman. Dengan menggunakan senjata pamungkasnya, Rahwana berhasil mengalahkan Anoman. Kisah tersebut juga menampilkan perjuangan melawan ancaman dan pesan bahwa cinta serta persatuan dapat menjadi kekuatan untuk menghindari perseteruan.
Selain itu, terdapat drama yang mengangkat isu Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam drama tersebut, ditampilkan perbedaan pandangan mengenai pentingnya program pendidikan dan kesejahteraan bagi masa depan Indonesia. Pesan yang disampaikan menekankan bahwa perhatian terhadap generasi masa depan tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan saat ini, tetapi juga dengan kesejahteraan Indonesia masa depan.
Kemudian, penampilan ke-9 diisi dengan Dance Medley oleh kelas 5 TMI Banin. Tarian tersebut memadukan lagu Cindai dengan gerakan olahraga seperti sepak bola sehingga menciptakan pertunjukan yang menghibur.
Sebagai penampilan penutup, kelas 6 TMI Devotion Generation membawakan lagu angkatan yang dinyanyikan secara bersama-sama.
Setelah seluruh rangkaian pertunjukan selesai, Biya Hadi memberikan penilaian terhadap Panggung Gembira, menurut beliau Panggung Gembira Devotion Generation patut diberi nilai 95. Ia juga menyampaikan bahwa tata cahaya telah mampu menyesuaikan diri dengan berbagai penampilan yang disuguhkan. Menurutnya, setiap penampilan memiliki karakter tersendiri karena mengangkat keberagaman ras maupun budaya Indonesia.
Pagelaran seni tersebut berakhir sekitar pukul 23.15 WIB. Seluruh rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama. Melalui Panggung Gembira, para santri tidak hanya menunjukkan kemampuan seni dan kreativitas, tetapi juga menyampaikan pesan tentang persatuan, keberagaman, pendidikan, dan kecintaan terhadap Indonesia.
Author : Tim Darul Mujahadah Media Center (Lubby Umirta 5 TMI)
Arsip Berita
Pengumuman
- 14 Des 2021
- 08 Mei 2023
- 16 Jun 2020