Membangun Guru yang Sadar dan Bahagia melalui Seminar "Mindful Teacher" di Pondok Pesantren Darul Mujahadah

Membangun Guru yang Sadar dan Bahagia melalui Seminar

Selasa, 7 Juli 2026 — Asatidz dan ustadzah TMI Pondok Pesantren Darul Mujahadah mengikuti seminar hari kedua yang bertajuk "Mindful Teacher", disampaikan oleh KH. Ahmad Muhzir, S.Ag., M.M., Al-Hafidz, selaku Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tegal. Kegiatan ini diselenggarakan di Mini Hall Pondok Pesantren Darul Mujahadah dan berlangsung pukul 09.00 hingga 14.30 WIB, dengan jeda Ishoma pada pukul 12.00–13.00 WIB.

‎Acara dibuka oleh pembawa acara, yaitu Al-Ustadzah Syafa Suryani dan Al-Ustadzah Mayza Maghfira. Selanjutnya, pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Al-Ustadzah Rahma Aulia menjadi pembuka rangkaian kegiatan. Acara dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Madrasah sebagai bentuk penghormatan serta penanaman nilai-nilai kebangsaan dan kecintaan terhadap dunia pendidikan.

‎Dalam sesi pembukaannya, KH. Ahmad Muhzir menekankan pentingnya memiliki sikap rendah hati dan terbuka dalam menuntut ilmu. Beliau mengibaratkan seorang pendidik sebagai gelas kosong yang senantiasa siap menerima ilmu dan pengalaman baru. Sebaliknya, guru tidak boleh menjadi seperti gelas yang telah penuh karena merasa paling berpengalaman atau senior, maupun seperti gelas bocor yang tidak mampu menyimpan ilmu. Selain itu, beliau juga mengajak seluruh peserta untuk tetap fokus terhadap tujuan hidup dan profesinya sebagai seorang pendidik.

‎Pada materi inti seminar, KH. Ahmad Muhzir memaparkan konsep Wholebeing dan Spiritual sebagai prinsip dalam membangun kebahagiaan serta kesadaran diri seorang guru. Pada konsep Wholebeing 1 (W1), beliau menjelaskan bahwa tujuan hidup sejatinya adalah menjalani kehidupan dengan baik dan bahagia. Kebahagiaan tersebut dibangun melalui lima aspek utama, yaitu:

‎1.) Spiritual wellbeing (kehidupan spiritual yang baik)

‎2.) Physical wellbeing (kesehatan fisik yang terjaga)

‎3.) Intellectual wellbeing (wawasan dan pengetahuan yang terus berkembang)

‎4.) Relational wellbeing (hubungan yang harmonis dengan keluarga dan lingkungan)

5.) Emotional wellbeing (kemampuan mengelola emosi secara bijaksana).

‎Selanjutnya, pada konsep Wholebeing 2 (W2), beliau menjelaskan bahwa seluruh aspek kehidupan saling berkaitan dan saling memengaruhi satu sama lain.

‎Adapun pada konsep Spiritual 1 (S1), beliau menegaskan bahwa kehidupan yang memiliki tujuan merupakan kehidupan yang sarat dengan nilai-nilai spiritual. Sementara itu.

‎Selanjutnya, pada konsep Spiritual 2 (S2), beliau mengajak seluruh peserta untuk membiasakan mindful presence, yaitu melatih diri menikmati setiap aktivitas yang sedang dijalani serta memberikan perhatian penuh terhadap setiap pekerjaan yang dilakukan.

‎Diharapkan melalui seminar "Mindful Teacher" ini, seluruh asatidz dan ustadzah TMI Pondok Pesantren Darul Mujahadah semakin mampu membangun kesadaran diri, mengelola emosi dengan baik, serta menghadirkan proses pembelajaran yang lebih bermakna, inspiratif, dan penuh kebahagiaan, sehingga dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan karakter dan prestasi para santri.

 

Author Tim Darul Mujahadah Media Center : Shabrina Azzahra