Kuliah Umum Babak 1: Menyegarkan Pemahaman Santri tentang Hakikat Pesantren?
- Pesantren
- 28 Jul 2025
- 416

Pondok Pesantren Darul Mujahadah, Senin, 28 Juli 2025 – Pondok Pesantren Darul Mujahadah kembali menggelar kegiatan tahunan yang telah menjadi tradisi akademik dan spiritual, yakni Kuliah Umum Babak 1. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Khotbah Dollar, sebuah momen penting yang berfungsi sebagai pidato pengarahan resmi dari pimpinan pondok kepada seluruh santri dan civitas akademika di awal tahun ajaran.
Kuliah umum ini tidak hanya menjadi wadah penyampaian visi dan misi pondok, tetapi juga sarana memperbarui semangat, pemahaman, dan orientasi seluruh santri. Seperti yang disampaikan dalam kuliah tersebut, kegiatan ini bertujuan agar para santri tidak menjadi “orang buta yang meraba gajah” — memahami hanya sebagian, tetapi tidak secara menyeluruh.
Pada tahun ini, kuliah umum akan berlangsung dalam empat babak, dan babak pertama yang dilaksanakan pada Senin pagi ini diisi oleh Ustadz Muhammad Eko Hadi Kuncoro, S.Fil.I M.Pd, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Biya hadi. Beliau merupakan salah satu tokoh utama di Pondok Pesantren Darul Mujahadah.
Dalam penyampaiannya, Biya Hadi membahas secara mendalam tema besar “Apa Itu Pondok Pesantren?”. Ia menjelaskan bahwa secara umum, pondok pesantren adalah lembaga pendidikan Islam berasrama, dengan kiai sebagai pusat figur dan ruh dari seluruh sistem pendidikan yang berjalan.
Pondok Pesantren Darul Mujahadah, lanjutnya, merealisasikan konsep tersebut dengan menjadikan santri mukim di asrama dan aktif mengikuti seluruh kegiatan pesantren yang bersifat menyeluruh, mulai dari pendidikan formal hingga kegiatan keseharian. Ia menekankan bahwa pendidikan hadir dalam segala bentuk: dalam apa yang kita kerjakan, rasakan, dan saksikan. Oleh karena itu, sistem pendidikan di Darul Mujahadah bersifat berkelanjutan tanpa henti – "satu kegiatan selesai, langsung disambung kegiatan lain."
Dalam kuliah ini, Biya Hadi juga menyampaikan istilah yang artinya, pondok pesantren tidak pernah tidur. Istilah ini menggambarkan dinamika kehidupan pesantren yang terus aktif, penuh aktivitas, dan tidak mengenal kata lelah.
Lebih jauh lagi, beliau menjelaskan lima rukun utama yang harus dimiliki agar suatu lembaga bisa disebut sebagai pondok pesantren sejati:
Kiai,
Santri,
Asrama tempat bermukim,
Kajian kitab kuning,
Masjid sebagai pusat kegiatan spiritual.
Dengan tegas beliau menyatakan bahwa Pondok Pesantren Darul Mujahadah telah memenuhi kelima rukun tersebut, sehingga layak disebut sebagai pondok pesantren yang utuh dan otentik.
Kuliah umum babak pertama ini ditutup dengan harapan agar para santri tidak hanya menjadi penonton dalam proses pendidikan, tetapi menjadi bagian aktif dalam menjalani dan menghidupkan nilai-nilai pesantren yang sejati.
Ditulis oleh Nasya Aprilia
Arsip Berita
Pengumuman
Pengumuman Hasil Test Seleksi Santri Baru Gelombang 1 2025-2026
25 Feb 2025- 27 Jul 2020
- 16 Jun 2020