Amaliyah Tadris Perdana : Mencetak Generasi Berlian

Amaliyah Tadris Perdana : Mencetak Generasi Berlian

Mencetak generasi ideal adalah salah satu tujuan Pondok Pesantren Darul Mujahadah dalam melahirkan generasinya. Amaliyah tadris adalah salah satu kegiatan praktek mengajar yang diwajibkan oleh Pondok Pesantren Darul Mujahadah. Kegiatan ini adalah salah satu program dan upaya pondok untuk mencetak alumni-alumni yang berkualitas. Pada kegiatan kali ini kelas 6 TMI dituntut untuk menjadi guru untuk adik kelasnya dari kelas 2 TMI dan kelas 3 TMI. 

Tepat pada tanggal 8 s/d 11 Januari 2023, Pondok Pesantren Darul Mujahadah mengadakan kegiatan Amaliyah Tadris Perdana. Dan delegasi yang terpilih adalah Muhammad Farid Raditya kelas 6 TMI guna untuk membuka kegiatan tersebut.

Diawali dengan pembukaan pada tanggal 8 Januari 2023 bertempat di kelas 1C dan 1D. Farid Raditya diamanahi mengajar Mutholaah berjudul “Anil mar’i laa tas’al wa sal an qoriinihi” dan kelas 3B sebagai muridnya.

Kegiatan tersebut dimulai dengan salam, pertanyaan tentang tanggal, penjelasan materi, hingga pertanyaan-pertanyaan yang ditutup dengan “mauidzhoh wal irsyadaat”. Penyampaian yang dibawakan Farid yang tegas, lugas membuat para muridnya memahami apa yang telah disampaikannya. Walaupun kegiatan ini seluruh percakapannya menggunakan Bahasa Arab, sekaligus dikoreksi oleh 41 guru dan 7 musyrif, tidak membuat kelas 3B merasa canggung dan tegang saat mata pelajaran sedang berlangsung.

Diantara 41 guru lainnya yaitu anggota Kelas 6 TMI (Diamond Generation). Serta yang menjadi musyrif antara lain Al-Ustad Mohammad Eko Hadi Kuncoro, S.Fill.I, Al-Ustad Akhmad Tefuri, S.Pd.I, Al-Ustad Khaerudin, S.Pd, Al-Ustad Nakhrawi, S.Ag, Al-Ustad H. Imam Nawawi, Al-Ustad Imam Bukhori, S.H.I, dan Al- Ustad Ismail Marzuki, S.S. turut mengoreksi mudarris perdana Amaliyah Tadris tahun ini.

Karena ini adalah pengalaman pertama Kelas 6 TMI menjadi mudarris, tentunya ada beberapa hal yang harus disampaikan sebagai koreksi. Sekitar pukul 08.38 WIB kegiatan AT Pedana selesai dan dilanjutkan dengan kegiatan pengoreksian.

“Tentunya kami sangat berterimakasih kepada pondok, yang telah memberikan ladang kepada kami untuk menanam berbagai jenis tumbuhan. Darul Mujahadah tidak memberikan nasi yang dimakan lalu habis. Tetapi memberikan benih-benih padi untuk bisa ditanam dan menjadi nasi untuk bekal nanti” tutur Farid.

Hebat tentunya, anak muda jenjang MA sederajat sudah bisa mengajar laksana guru. Pendidikan seperti ini tidak ada di sekolah lain kecuali di Pondok Alumni Gontor. Dan kegiatan seperti ini umumnya diajarkan semasa jenjang kuliah, itupun dengan jurusan pendidikan.

Pesantren tidak hanya menanamkan aspek kognitif, tetapi juga afektif dan psikomotorik. Pesantren tidak hanya mengasah kecerdasan otak dan ketrampilan tangan, tetapi kekuatan mental dan kecerdasan spiritual. (Oleh : Muhammad Farid Raditiya Rahman Kelas 6 TMI)