- Beranda
- Berita
- Amaliyah Tadris Perdana di Pondok Pesantren Darul Mujahadah seperti Sidang Terbuka Disertasi
Amaliyah Tadris Perdana di Pondok Pesantren Darul Mujahadah seperti Sidang Terbuka Disertasi
- Pesantren
- 08 Jan 2023
- 1073

Amaliyah Tadris (Praktek Mengajar) merupakan salah satu bentuk ujian akhir bagi santri kelas 6 Tarbiyatul Mu’allimin wal Mu’allimat Al-Islamiyah (TMI) Pondok Pesantren Darul Mujahadah (PPDM). Santri akhir TMI melakukan praktek mengajar terbimbing dan dievaluasi oleh santri kelas 6 lainnya dan musyrif atau guru pembimbing. Amaliyah Tadris mirip dengan mikro teaching yang dilakukan oleh mahasiswa di kampus-kampus pada umumnya.

Sebelum melakukan Amaliyah Tadris, diadakan pembekalan terlebih dahulu. Dalam pembekelan ini, santri kelas 6 TMI dibekali tentang metode mengajar (Thariqah), materi yang akan disampaikan (Maadah), bahasa yang akan digunakan (Lughah), kepribadian guru ketika mengajar (Ahwal mudarris), agar menjadi guru (Mudarris) yang profesional. Selain itu, cara mengkritik (Darsun an-naqd) juga disampaikan saat pembekalan agar santri belajar mengkritik dan mengevaluasi santri lainnya dengan baik
Setelah dibekali materi Amaliyah Tadris, santri kelas 6 TMI langsung menyusun I’dad atau semacam RPP. Dibawah bimbingan masing-masing musyrif, para santri menyusun RPP pelajaran yang mereka terima. Setelah penulisan I’dad sudah selesai dikoreksi musyrif, tibalah saatnya The Show Must Go ON. Santri Akhir TMI Angkatan ke-25 harus mempraktekan I’dad yang telah mereka tulis.
Kemarin hari Ahad, 08 Januari 2023 diadakan Amaliyah Tadris perdana santri akhir TMI Angkatan ke-25. Ananda M. Farid Raditya Rahman kelas 6 TMI asal Brebes menjadi guru (Mudarris) pertama yang mengajar materi Mutholaah kelas 3 TMI.

Amaliyah Tadris perdana berbeda dengan Amaliyah Tadris selanjutnya. Ananda M. Farid mengajar Mutholaah disaksikan oleh seluruh kelas 6 TMI Angkatan 625. Tidak hanya teman seangkatan saja yang melihat, semua musyrif hadir guna melihat dan menilai mudarris perdana ini.
Selesai mengajar, dilanjutkan dengan masukan atau kritikan (Naqd). Apa saja yang dilakukan oleh mudarris ketika Amaliyah Tadris diberikan masukan oleh teman seangkatan dan semua musyrif. Satu orang mudarris diberikan naqd oleh tujuh orang musyrif. Amaliyah Tadris perdana di Pondok Pesantren Darul Mujahadah seperti seorang mahasiswa Doktoral yang sedang berjuang mempertahankan disertasinya didepan para penguji yang terdiri dari beberapa dosen.

Ananda M. Farid sendiri adalah santri kelas 6 TMI atau setara dengan siswa XII SMA. Seorang anak remaja seperti dia sudah memiliki mental yang luar biasa. Mampu menyampaikan materi pelajaran dengan kemampuannya disaksikan oleh teman dan semua musyrif. Disinilah pendidikan yang diterapkan di Pondok Pesantren Darul Mujahadah. (Oleh : Pimpinan Pondok Pesantren Darul Mujahadah, Al- Ustad Mohammad Eko Hadi Kuncoro, S.Fill.I)
Arsip Berita
Pengumuman
- 14 Des 2021
- 10 Mar 2021
- 31 Jul 2022