Silaturahmi Pondok Pesantren Madinatunnajah di Pondok Pesantren Darul Mujahadah

Silaturahmi Pondok Pesantren Madinatunnajah di Pondok Pesantren Darul Mujahadah

Prupuk Utara- Ahad, 06 Mei 2024 Pondok Pesantren Darul Mujahadah kedatangan tamu dari Ponpes Madinatunnajah Losari Cirebon sekitar pukul 15.00 sore hari yang mana kedatangannya disambut dengan riang gembira oleh tuan rumah PPDM, didampingi itu beberapa santri Madinatunnajah turut hadir 10 santriwan dan 15 santriwati total berjumlah 25 santri. Tiba di Darul Mujahadah mereka dipersilahkan untuk beristirahat sejenak, bagi putri bertempat di asrama putri dan putra di ghurfatu adduyuf ”ruang tamu”. Kedatangan Ponpes Madinatunnajah bertujuan untuk menyambung silaturahmi dan berbagi pengalaman dalam hal keorganisasian dalam pesantren.

Pukul 16.00 sore para pengurus OSDAM (Organisasi Santri Darul Mujahadah) dan OSMN(Organisasi Santri Madinatunnajah) berkumpul di Masjid Abu Bakar dengan maksud mengadakan pertemuan antara keduanya untuk membahas tentang organisasi dalam pengurusan. Al Ustadz Moh. Eko Hadi Kuncoro, S.Fil.I menyampaikan dalam sambutannya konon “Ponpes Madinatunnajah adalah saudara dari Ponpes Darul Mujahadah, karena dulu Alm. Drs.KH. Asrori Muhtaram pernah membagi ilmunya disana”.

Acara inti berlangsung kurang lebih 30 menit yaitu bertukar fikiran antara OSDAM dan OSMN yangmana mereka dibagi menjadi 2 tempat, putri menetap di Masjid sedangkan putra pindah ke ruang kelas lantai 2. Disana mereka mendiskusikan program kerja masing-masing bagian, cara mengatasi anggota yang bermasalah, juga dampak dari adanya peraturan baru dan lain sebagainya. Dengan prinsip ATM(Ambil Terima Modifikasi) kedua perwakilan pengurus bisa mendapatkan ide-ide yang baru, tentunya saling termotivasi antara satu dengan yang lainnya. Sekitar pukul 17.00 acara selesai, tak lupa hal penting lainnya adalah mengabadikan momen, yaitu foto bersama. Kemudian mereka bersiap-siap untuk melaksanakan sholat maghrib berjamaah. Setelah berjamaah sholat Isya, Para tamu dari Ponpes Madinatunnajah berpamitan. Kegiatan ini tidak berlangsung lama, karena mereka akan melanjutkan Study Banding ke Walisongo.

Dengan adanya acara tersebut, kita dapat mengambil hikmah bahwa menyambung tali sillaturrahmi adalah penting, karena dari sini para santri bisa mengetahui saudara-saudara mereka yang memang satu guru namun beda atap.