Santri Darul Mujahadah Ngaji Kitab Karya Imam Al-Ghazali

Santri Darul Mujahadah Ngaji Kitab Karya Imam Al-Ghazali

Pondok Pesantren Darul Mujahadah mengadakan kajian kitab untuk mengisi kegiatan pada sore hari di bulan Ramadhan yang penuh berkah. Kajian ini dilaksanakan pada hari Senin, Selasa, Rabu dan Kamis tepat setelah sholat ashar selesai. Dengan durasi waktu sekitar satu jam.

Kajian kitab ini diisi langsung oleh Pimpinan Pondok Pesantren yaitu Al-Ustadz Moh. Eko Hadi Kuncoro, S.Fil.I, M.Pd. Kitab yang dikaji pada bulan Ramadhan 1446 H yaitu kitab karya Ulama besar Imam Al-Ghazali yang berjudul Bidayatul Hidayah. 

“Bulan Ramadhan bulan yang sangat mulai. Amal baik akan mendatkan pahala yang dilipat gandakan oleh Allah. Salah satu cara kita mendapatkan pahala yaitu dengan ngaji kitab Bidayatul Mujtahid karya sang hujjatul Islam Imam Al-Ghazali. Kitab ini sangat cocok sekali bagi kita anak-anak muda yang sedang dalam masa pencarian jati diri. Imam Al-Ghazali menjelaskan tentang makna hidayah dan apa saja yang harus kita lakukan untuk mendapatkan hidayah dari Allah. Sesuai dengan nama kitab ini Bidayatul Hidayah yang artinya Permulaan Hidayah.” Jelas Pimpinan Pondok ketika menjelaskan muqoddimah kitab tersebut.

Pada pertemuan pertama ini, pimpinan pondok yang biasa dipanggil Biya Hadi tidak langsung menjelaskan tentang bab-bab yang ada didalamnya. Melainkan menjelaskan terlebih dahulu tentang tujuan Imam Al-Ghazali membuat kitab Bidayatul Hidayah.

Beliau menjelaskan bahwa tujuan Imam Al-Ghazali menulis kitab ini adalah untuk menguji nafsu kita. Secara lebih rinci, adanya kitab ini bertujuan untuk mengasah diri dan menguji hati datri nafsu. Agar diri bisa mengendalikan nafsu bukan nafsu yang mengendalikannya.

“Nafsu itu ada tiga. Pertama, nafsu mutmainah yaitu nafsu yang condong untuk berbuat baik. Kedua, nafsu lawwamah yaitu nafsu yang kadang baik dan kadang buruk. Ketiga, nafsu ammarah yaitu nafsu yang condong untuk berbuat buruk.” Jelas Biya Hadi. 

Semoga dengan adanya ngaji kitab Bidayatul Hidayah ini, santri Darul Mujahadah semakin cinta terhadap ilmu dan bisa mendapatkan petunjuk agar menjadi pribadi yang terus berproses lebih baik.

Oleh: Mayza (Santri Kelas 5 TMI)