Ponpes Darul Mujahadah Mencetak Alumni Angkatan ke 625 Diamond Generation dalam Acara Haflatul Ikhtitam

Ponpes Darul Mujahadah Mencetak Alumni Angkatan ke 625 Diamond Generation dalam Acara Haflatul Ikhtitam

Darul Mujahadah - Minggu, 09 April 2023, haflatul ikhtitam adalah salah satu acara puncak yang di nanti-nantikan oleh santri kelas 6 TMI, atau biasa kita sebut dengan sebutan perpisahan. Haflatul ikhtitam tahun ini disambut dengan antusias oleh keluarga Pondok Pesantren Darul Mujahadah, yaitu Ustadz/ustadzah, seluruh santri serta tamu undangan. Acara di mulai pukul 07:30 WIB dan kelas 5 TMI yang menjadi panitia haflatul ikhtitam bertugas menyiapkan serta mengarahkan acara haflatul ikhtitam dari awal sampai selesainya acara. Satrio Agung Laksono kelas 5 TMI, selaku perwakilan panitia menyampaikan ”Semua persiapan kami yang kami kerjakan walaupun terasa cukup berat karna siang, malam kami saling bekerja sama demi suksesnya acara ini”.

Diawali dengan penampilan group Hadroh Ar-Rahmah ponpes Darul Mujahadah yang membawakan 2 lagu, sukses memukau para penonton yang hadir. Selanjutnya, guna mengsyiarkan bahwa Ponpes Darul Mujahadah menjadikan Bahasa sebagai mahkota pondok, maka pada Haflatul Ikhtitam tahun ini terdapat penampilan pidato Bahasa Arab yang di bawakan santriwati kelas 2 TMI. 

“Dengan kurun waktu 50 hari panitia mengorbankan waktu tenaga dan pikiran berusaha yang terbaik demi terwujudnya acara haflatul ikhtitam tahun ini” ungkap Syamsudin murtadoh selaku ketua panitia dalam sambutan pidatonya.

Rasa senang dan gembira serta haru dirasakan oleh para pengunjung terutama santri kelas 6 TMI. Karna mereka bangga dapat bertahan hingga 4/6 tahun di pondok. Ka Farid Raditya selaku Ketua Angkatan kelas 6 TMI Diamond Generation menyampaikan “saya merasa sangat senang karna perjuangan 4/6 tahun kami sudah terbayarkan”. Beliau juga berpesan untuk adik kelasnya bahwa “tetap semangat dalam menuntut ilmu di pondok ini, agar adik-adik bisa merasakan dan menggantikan kami saat Haflatul Ikhtitam tahun selanjutnya”.

Rasa senang bukan hanya di rasakan oleh setiap santri kelas 6 TMI, tetapi juga para wali santri yang berhasil membawa anak-anaknya ke pesantren hingga sampai lulus. Bapak Fathurrahman syah selaku perwakilan dari wali santri kelas 6 TMImenyampaikan dalam sambutan nya “kebanggaan yang luar biasa melihat anak anak kami dapat menyelesaikan pembelajaran di ponpes Darul Mujahadah dan kami mengucapkan banyak trimakasih kepada para dewan Guru yang telah membimbing anak kami sehingga menjadi anak yang luar biasa”.

Pengumuman alumni terbaik di umumkan setelah yudisium dan ikrar alumni. Suasana menjadi tegang saat menjelang pengumuman. Dan setelah di bacakan terpilihah 3 orang yang mencapai nilai di atas 8,5. Yaitu saudari Alifa Citra dengan nilai rata – rata 9,20 lalu saudari Azki Al – Laeli dengan nilai rata - rata 8,65 dan saudara M. Farid Raditiya denga nilai rata rata 8,53. Suatu prestasi terhebat untuk masa akhir TMI nya. “saya seneng banget dengan penghargaan yang di berikan kepada saya telah terbayar sudah jerih payah belajar saya” ucap kak Alifa Citra saat di wawancarai tim SDM. Dan ketika diberi pertanyaan tentang tips dan trik belajar ala beliau, beliau menjawab “Sebenarnya tidak ada tips and trik untuk jadi Mumtaz tapi carilah belajar senyaman mungkin dan tekuni itu lalu buanglah rasa malas karna itu penghambat terbesar”.

Acara menjadi terharu saat para calon alumni (santri kelas 6) meminta maaf dan doa kepada walinya masing masing. Iringan lagu ayah dan ibu yang diiringi paduan suara dari santriwati berhasil membuat para pengunjung meneteskan air matanya. Tak kalah haru saat menyanyikan lagu Trimakasih Guru Ku dan para calon alumni memberikan setangkai bunga kepada beberapa Ustadz/ustadzah.

Haflatul ikhtitam tidak luput dari sambutan yang di bawakan oleh Ustd. M. Eko Hadi Kuncoro S.Fil.I selalu Pimpinan Pondok Pesantren Darul Mujahadah. Beliau berpesan agar "Teruslah menuntut ilmu di manapun kamu berada. Karna Haflatul Ikhtitam bukan puncak dari segalanya". Beliau juga menyampaikan “Haflatul Ikhtitam tahun ini perdana tidak dihadiri oleh sosok Abah (Drs. KH. Asrori Muhtarom) dan semoga ini menjadi amal jariyah buat beliau”. 

Kurang lebih Selama 30 menit Ustdz M. Eko Hadi menyampaikan sambutannya sekaligus menunggu Dr. KH. Sulthan Barmawi untuk mengisi tausyiah. Dr. KH. Sulthan Barmawi M.A. menyampaikan dalam tausiyahnya “Memasukkan ke pesantren adalah suatu ladang rezeki bagi orang tua, cuman di pondok yang ada kejadian anak kabur di luar sana boro-boro, karna di pondok banyak Pendidikan yang tidak di sukai oleh syaiton maka setan akan menghasut supaya tidak melakukan amal ibadah di pondok, maka bersyukurlah jika anak-anak antum bisa masuk ke pondok pesantren".

Selesailah rententan acara dengan di tutup pemberian kenang-kenangan oleh calon alumni Diamond Generation untuk pondok berupa satu unit sepeda motor. Dan dilanjutkan dengan salam-salaman calon alumni bersama Ustad-Ustadzah, serta foto bersama. (Oleh : Tim SDM, Zahwa Dea Kelas 5 TMI dan Fairuz Nazril Kelas 4 TMI)