Pembekalan Praktek Mengajar Santri Akhir TMI PPDM

Pembekalan Praktek Mengajar Santri Akhir TMI PPDM

Darul Mujahdahah - Tanggal 9 Desember sampai 19 Desember 2022 merupakan jadwal libur para santri. Namun berbeda dengan santri kelas 6 TMI atau kelas XII. Mereka tetap tinggal atau bermukim di pondok. Karena ada banyak kegiatan yang harus mereka lalui sebelum menjadi seorang alumni.

Salah satunya adalah Amaliyah At-Tadris atau dalam bahasa Indonesia kita sebut praktek mengajar. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang wajib dilalui oleh santri kelas 6 TMI sebelum mereka menyandang status sebagai alumni. Para santri lebih dulu mengikuti pembekalan yang diisi oleh Al-Ustadz M. Nahrawi dan Al-Ustadz Ismail Marzuki, pada tanggal 10-11 Desember 2022.

Para santri dijelaskan tentang bagaimana karakter seorang guru serta sifat yang harus dimiliki. Santri juga dijelaskan mengenai metode-metode pembelajaran serta bagaimana caranya menghadapi berbagai macam karakter siswa.

Setelah mendapat bekal tersebut, para santri kemudian diharuskan untuk membuat I’dad atau persiapan mengajar. Mereka dibagi menjadi 7 kelompok dan masing-masing kelompok memiliki pembimbing untuk mereka berkonsultasi. Para santri juga telah ditentukan sebelumnya mata pelajaran yang akan mereka ampu. Seluruh proses pengajaran ini menggunakan bahasa arab dan inggris juga persiapan mengajar yang mereka buat, mereka tidak diperkenankan menggunakan bahasa Indonesia.

 Rencananya, kegiatan ini akan dimulai pada pada tanggal 9 Januari 2023 dengan peserta didik santri kelas 2 dan 3 TMI serta santri kelas I’dadi atau kelas persiapan. Evaluasi praktek dilakukan oleh pembimbing dan seluruh anggota kelompok. Jadi, setiap anggota akan mengevaluasi hasil anggota lain dalam kelompoknya.

 Kegiatan ini merupakan salah satu realisasi program dari Pondok Pesantren Darul Mujahadah, yaitu Tarbiyatul Mu’allimin wal Mu’allimat Al-Islamiyah atau perhimpunan guru-guru muslim. 

“Diharapkan setelah mengikuti Amaliyah at-Tadris ini para santri bisa menjadi pengajar yang baik minimal untuk dirinya sendiri”. Demikian yang disampaikan pimpinan pondok, Al-Ustadz Eko Hadi Kuncoro dalam sambutannya. (Oleh : Alifa Citra Kelas 6 TMI/ XII MIPA)