OSDAM Putri Pondok Pesantren Darul Mujahadah Gelar Bimbingan OSDAM bagi Mudabbiroh

OSDAM Putri Pondok Pesantren Darul Mujahadah Gelar Bimbingan OSDAM bagi Mudabbiroh

Organisasi Santri Darul Mujahadah (OSDAM) Putri menyelenggarakan kegiatan bimbingan bagi para mudabbiroh pada Senin (12/10/2026) malam. Kegiatan ini dilaksanakan di mini hall Pondok Pesantren Darul Mujahadah, di bimbing oleh Al-Ustadz Mohammad Eko Hadi Kuncoro, S.Fil., M.Pd. Kegiatan tersebut bertujuan membekali para mudabbiroh dengan prinsip kepemimpinan, tanggung jawab, kebersamaan, dan keteladanan dalam menjalankan tugas organisasi.

Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh ananda Khayla Putri Lingga 5 TMI selaku qoriah, yang membacakan Surah Ali Imran ayat 158–160. Suasana khidmat mengawali rangkaian bimbingan yang diikuti oleh para mudabbiroh dari berbagai bagian.

Dalam penyampaiannya, Al-Ustadz Mohammad Eko Hadi Kuncoro, S.Fil.I., M.Pd. menjelaskan tiga prinsip utama yang harus dimiliki seorang mudabbiroh, yaitu mas’uliyah (tanggung jawab), jamaah (kebersamaan), dan uswah (keteladanan).

Prinsip pertama, mas’uliyah, menekankan bahwa seorang santri memiliki tanggung jawab dalam dua kedudukan, yakni sebagai santri dan sebagai mudabbiroh. Tanggung jawab sebagai santri diwujudkan melalui kedisiplinan, ketaatan terhadap aturan, belajar, dan mengaji. Sementara itu, sebagai mudabbiroh, seorang santri dituntut mampu mengatur anggota, memberikan teladan yang baik, serta memperhatikan kebutuhan anggota yang menjadi tanggung jawabnya.

Prinsip kedua, jamaah, mengajarkan pentingnya kebersamaan dan kerja sama. Melalui kebersamaan, para mudabbiroh diharapkan dapat saling mengenal, membangun komunikasi yang baik, serta bekerja sama dalam menyukseskan berbagai program organisasi.

Adapun prinsip ketiga, uswah, menekankan pentingnya menjadi teladan bagi orang lain. Seorang mudabbiroh tidak cukup hanya berbuat baik untuk dirinya sendiri, tetapi juga harus mampu memberikan contoh positif kepada anggota. Penerapan 3M, yaitu mulai dari diri sendiri, mulai dari hal kecil, dan mulai dari sekarang, menjadi salah satu langkah untuk membangun kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari.

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi ice breaking berupa menyanyi bersama.

Para mudabbiroh kemudian diberi kesempatan untuk berdiskusi dan menyampaikan berbagai hal terkait kepribadian anggota bagian serta program kerja masing-masing. Sesi ini menjadi ruang untuk mempererat komunikasi sekaligus menyampaikan kendala yang dihadapi dalam menjalankan tugas organisasi.

Dalam sesi penyampaian keluhan, ananda Haura Nafis Alfarosa 5 TMI mengungkapkan persoalan terkait piket pondok yang terkadang menyebabkan keterlambatan santri masuk kelas pada bel pertama. Selanjutnya ananda  Indah Ayu Arohmani 5 TMI  juga menyampaikan keluhan mengenai piket pondok yang dinilai dapat menghambat kinerja bagian bahasa dalam mengisi kosakata bagi anggota pada pagi hari.

Menanggapi hal tersebut, Al-Ustadz Mohammad Eko Hadi Kuncoro, S.Fil.I., M.Pd. menjelaskan bahwa setiap permasalahan perlu dimusyawarahkan kembali bersama dewan guru untuk menemukan solusi terbaik. Beliau menekankan pentingnya sinergi antara para mudabbiroh dan pihak pesantren agar setiap kendala dapat diselesaikan dengan baik.

Kegiatan bimbingan ditutup pada pukul 22.30 WIB oleh ananda Alifia Nazara 4 TMI dan Nurul Aisyah 5 TMI selaku pembawa acara.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para mudabbiroh OSDAM Putri Pondok Pesantren Darul Mujahadah semakin memahami peran dan tanggung jawabnya sebagai pemimpin, mampu bekerja sama dengan baik, serta menjadi teladan bagi seluruh anggota. 

 

Author : Tim Darul Mujahadah Media Center (Farah Fadilatunnisa 4 TMI)