- Beranda
- Berita
- Milad ke-35 Pondok Pesantren Darul Mujahadah: Menjaga Akar Tradisi, Menumbuhkan Peradaban
Milad ke-35 Pondok Pesantren Darul Mujahadah: Menjaga Akar Tradisi, Menumbuhkan Peradaban
- Pesantren
- 04 Mei 2026
- 156

Senin, 4 Mei 2026 menjadi hari yang penuh makna bagi Pondok Pesantren Darul Mujahadah. Tepat bertepatan dengan 16 Dzulqa’dah 1447 Hijriyah, pondok pesantren tersebut memperingati hari lahirnya yang ke-35 dengan suasana khidmat, hangat, dan sarat rasa syukur. Milad ini bukan sekadar perayaan usia, melainkan momentum untuk mengenang jejak perjuangan, meneguhkan nilai perjuangan, dan menatap masa depan dengan penuh harapan.
Perjalanan Darul Mujahadah bermula pada tahun 1991 dari sebuah tempat sederhana yang penuh keterbatasan. Namun, dari kesederhanaan itulah lahir cita-cita besar untuk membangun lembaga pendidikan Islam yang mampu melahirkan generasi berilmu, berakhlak, dan berjiwa pengabdian. Seiring berjalannya waktu, pesantren ini terus berkembang hingga memperoleh legalitas resmi dan mulai menerima santri pada tahun 1993.
Dalam sambutannya, Pimpinan Pondok Pesantren Darul Mujahadah, Al-Ustadz Mohammad Eko Hadi Kuncoro, S.Fil.I, M.Pd menyampaikan bahwa perjalanan 35 tahun merupakan hasil dari ketekunan, pengorbanan, dan doa para pendahulu yang tidak pernah lelah menanamkan nilai perjuangan.
“Darul Mujahadah lahir dari proses panjang perjuangan. Kita boleh menikmati hasil dari para pendahulu, namun tidak boleh berhenti pada rasa syukur yang pasif. Kita harus terus bergerak, menciptakan inovasi dan integrasi baru yang lebih maju,” tuturnya.
Beliau juga mengajak seluruh santri dan dewan guru untuk memahami hakikat syukur secara lebih mendalam. Dalam pandangannya, syukur bukan hanya ucapan, tetapi gerakan nyata untuk terus memperbaiki diri, berkarya, dan memberi manfaat bagi umat. Acara ini menjadi pengingat bahwa pesantren bukan hanya tempat belajar ilmu, tetapi juga ruang pembentukan jiwa yang kuat, rendah hati, dan siap mengabdi kepada masyarakat.
Peringatan milad ke-35 kemudian dilanjutkan dengan khataman Al-Qur’an yang diikuti oleh para santri dan dewan guru. Suasana haru begitu terasa ketika lantunan ayat suci menggema di lingkungan pesantren. Kegiatan ini menjadi simbol bahwa Al-Qur’an tetap menjadi ruh utama dalam perjalanan dan perkembangan Darul Mujahadah.
Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Al-Ustadz Khoerudin, S.Pd. Dengan penuh kekhusyukan, seluruh keluarga besar pesantren memanjatkan harapan agar Darul Mujahadah senantiasa diberi keberkahan, kemajuan, dan istiqamah dalam mendidik generasi penerus bangsa.
Usia 35 tahun bagi sebuah pesantren ibarat pohon yang telah lama tumbuh. Akarnya semakin kuat menghunjam nilai-nilai tradisi, batangnya kokoh menghadapi zaman, dan ranting-rantingnya terus tumbuh melahirkan harapan baru. Pondok Pesantren Darul Mujahadah terus membuktikan diri sebagai lembaga pendidikan Islam yang tidak hanya menjaga warisan ulama, tetapi juga menyiapkan generasi yang mampu menjawab tantangan masa depan dengan ilmu, akhlak, dan kebijaksanaan.