- Beranda
- Berita
- Merawat Akal dan Hati: Izfanna Generation Menyalakan Lentera Literasi di Ponpes Darul Mujahadah
Merawat Akal dan Hati: Izfanna Generation Menyalakan Lentera Literasi di Ponpes Darul Mujahadah
- Pesantren
- 01 Jan 2026
- 457

Di tengah derasnya arus informasi yang kerap berlalu tanpa makna, sepuluh santri Izfanna Generation memilih jalan berbeda: berhenti sejenak, membuka buku, dan mengajak sesama santri untuk berpikir lebih dalam. Kamis malam, 1 Januari 2026, Aula Pondok Pesantren Darul Mujahadah menjadi saksi lahirnya ruang dialog ilmu melalui kegiatan bedah buku yang sarat nilai dan refleksi.
Acara yang dimulai pukul 20.00 WIB ini dibuka oleh Aulia Mega dan Nesia Erlianda, mengalir dengan khidmat sejak awal. Kehadiran Pimpinan Pondok Pesantren Darul Mujahadah, Al Ustadz Moh. Eko Hadi Kuncoro, S.Fil.I., M.Pd., sebagai keynote speaker menegaskan bahwa literasi bukan sekadar membaca, melainkan proses membentuk karakter. Dalam pesannya, beliau meneguhkan makna pencarian ilmu dengan kalimat sederhana namun mendalam: “Jadilah pemuda yang bertakwa dan berilmu.”
Sebanyak sepuluh santri—tujuh santri putri dan tiga santri putra—tampil membedah buku-buku pilihan yang berbicara tentang disiplin diri, ketenangan jiwa, kekuatan tekad, hingga makna hidup sebagai seorang Muslim muda. Dari Do It Today hingga Life as a Young Muslim, setiap pemaparan menjadi cermin yang mengajak hadirin bercermin pada diri sendiri: sejauh mana ilmu telah mengubah sikap, bukan sekadar menambah pengetahuan.
Bedah buku ini bukan panggung unjuk kemampuan, melainkan ruang perenungan. Setiap buku yang dibahas seakan menyampaikan pesan yang sama: perubahan besar berawal dari kesadaran kecil, dan kemajuan diri dimulai dari keberanian untuk belajar. Di lingkungan pesantren, literasi menemukan makna terdalamnya—sebagai ikhtiar menyatukan akal yang tajam dan hati yang jernih.
Kegiatan ini membuktikan bahwa santri tidak hanya akrab dengan kitab, tetapi juga terbuka terhadap khazanah ilmu yang luas. Buku-buku modern dibaca, dipahami, lalu ditimbang dengan nilai-nilai keislaman, menjadikannya bukan sekadar bacaan, melainkan bekal kehidupan.
Bedah buku Izfanna Generation menjadi pengingat bahwa literasi adalah cahaya yang tak pernah usang. Ia menuntun langkah, menumbuhkan kesadaran, dan menyalakan harapan. Semoga lentera literasi yang dinyalakan di Ponpes Darul Mujahadah ini terus menyala, menerangi jalan santri menuju masa depan yang berilmu, berakhlak, dan bermakna.
Arsip Berita
Pengumuman
- 31 Jul 2022
- 18 Feb 2026
- 14 Des 2021