- Beranda
- Berita
- Khutbah Jumat di Masjid Agung Kabupaten Tegal, Pimpinan Pondok Ajak Jamaah Beribadah dengan Penuh Cinta
Khutbah Jumat di Masjid Agung Kabupaten Tegal, Pimpinan Pondok Ajak Jamaah Beribadah dengan Penuh Cinta
- Kalam
- 24 Jul 2026
- 245

Kabupaten Tegal — Pimpinan Pondok Pesantren Darul Mujahadah, Mohammad Eko Hadi Kuncoro, S.Fil.I., M.Pd., mendapat amanah sebagai khatib sekaligus imam Shalat Jumat di Masjid Agung Kabupaten Tegal pada Jumat, 17 Juli 2026. Dalam khutbahnya, beliau mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt., mensyukuri setiap nikmat yang telah dianugerahkan, serta menumbuhkan semangat beribadah yang dilandasi oleh cinta kepada Allah.
Di hadapan jamaah, yang akrab disapa Biya Hadi itu menyampaikan bahwa setiap manusia pasti akan menghadapi berbagai ujian dan persoalan dalam kehidupannya. Namun, seorang mukmin tidak boleh kehilangan harapan, sebab di balik setiap kesulitan Allah telah menyiapkan hikmah dan jalan keluar bagi hamba-hamba-Nya yang bertakwa.
"Semua orang pasti memiliki masalah. Namun, yakinlah bahwa di balik setiap masalah Allah telah menyiapkan hikmah. Allah juga akan memberikan jalan keluar kepada hamba-hamba-Nya yang senantiasa bertakwa," tutur Biya Hadi.
Beliau kemudian mengajak jamaah untuk memperbanyak rasa syukur atas nikmat Allah yang sering kali luput dari perhatian. Menurutnya, kesempatan untuk menghadiri shalat Jumat di Masjid Agung Kabupaten Tegal merupakan karunia yang sangat besar dan patut disyukuri.
"Hadirnya kita di Masjid Agung Kabupaten Tegal pada hari ini merupakan salah satu nikmat yang luar biasa. Banyak saudara kita yang ingin berangkat ke masjid, tetapi tidak mampu karena sedang diuji dengan sakit. Maka, kesempatan untuk melangkahkan kaki menuju rumah Allah adalah nikmat yang harus kita syukuri," ungkapnya.
Pada bagian akhir khutbah, Biya Hadi mengajak jamaah untuk mengubah cara pandang dalam beribadah, yakni tidak sekadar menggugurkan kewajiban, tetapi menghadirkannya sebagai wujud cinta kepada Allah Swt. Menurutnya, cinta akan melahirkan semangat, pengorbanan, dan keikhlasan dalam setiap amal ibadah.
"Ketika kita mencintai sesuatu, kita akan berjuang dengan sepenuh hati untuk mendapatkannya. Apalagi jika yang kita cintai adalah Allah Swt., maka seluruh hidup kita akan dipersembahkan untuk beribadah kepada-Nya. Ibadah yang dilandasi cinta akan terasa ringan, indah, dan menghadirkan ketenangan dalam hati," jelasnya.
Untuk menguatkan pesan tersebut, Biya Hadi mengutip nasihat sufi besar, Dzun Nun Al-Mishri رحمه الله:
عَلَامَةُ مَحَبَّةِ اللَّهِ اتِّبَاعُ حَبِيبِهِ ﷺ، وَمِنْ أَعْظَمِ عَلَامَاتِ ذَلِكَ كَثْرَةُ الصَّلَاةِ عَلَيْهِ.
"Tanda mencintai Allah adalah mengikuti Kekasih-Nya, Nabi Muhammad ﷺ. Di antara tanda terbesar dari kecintaan itu ialah memperbanyak shalawat kepada beliau."
Khutbah yang mengangkat tema "Mahabbatullah: Jalan Menuju Kebahagiaan Abadi" tersebut mendapat perhatian penuh dari jamaah. Melalui pesan-pesan yang disampaikan, Biya Hadi mengajak umat Islam untuk menjadikan ketakwaan sebagai jalan menghadapi setiap persoalan hidup, memperkuat rasa syukur atas setiap nikmat, serta menumbuhkan kecintaan kepada Allah melalui keteladanan Rasulullah ﷺ, sehingga ibadah tidak hanya menjadi kewajiban, tetapi juga menjadi kebutuhan dan sumber kebahagiaan yang sejati.
Arsip Berita
Pengumuman
- 16 Jun 2020
- 06 Agu 2021
- 20 Jan 2021