Khidmat Sholat Idul Adha dan Hangatnya Nyate Bareng Santri di Ponpes Darul Mujahadah

Khidmat Sholat Idul Adha dan Hangatnya Nyate Bareng Santri di Ponpes Darul Mujahadah

Darul Mujahadah – Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah di Pondok Pesantren Darul Mujahadah bukan sekadar momen ibadah tahunan, tetapi juga menjadi ajang pembelajaran spiritual, kebersamaan, dan nilai-nilai kehidupan. Pada Jumat pagi, 6 Juni 2025, keluarga besar pondok bersama masyarakat sekitar melaksanakan sholat Idul Adha dengan penuh kekhusyukan dan kebersamaan.

Pelaksanaan sholat dibagi menjadi dua lokasi: Masjid Abu Bakar untuk jama’ah laki-laki dan lapangan basket untuk jama’ah perempuan. Suasana pagi yang sejuk menambah kekhidmatan para jama’ah yang sejak subuh telah berdatangan.

Bertindak sebagai imam adalah Ustadz Khoirudin, sementara Ustadz Darmanto menyampaikan khutbah dengan tema besar tentang keikhlasan dan pengorbanan. Dalam khutbahnya, beliau menekankan pentingnya meneladani kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS sebagai bentuk ketaatan sejati kepada Allah SWT.

Usai sholat, kegiatan dilanjutkan dengan penyembelihan 16 ekor kambing di halaman belakang pondok. Para santri, ustadz, dan beberapa warga sekitar bekerja sama sebagai panitia qurban. Semuanya berjalan lancar dan sesuai syariat. Tiga ekor sapi dijadwalkan untuk disembelih keesokan harinya, Sabtu, 7 Juni 2025.

Setelah prosesi penyembelihan selesai, suasana pondok perlahan berubah. Rasa lelah berganti dengan semangat ketika para santri mulai bersiap untuk acara "nyate bareng" — tradisi yang tak pernah absen dalam setiap Idul Adha di Darul Mujahadah.

Di area kelas yang disulap menjadi dapur dadakan, para santri terlihat sibuk namun gembira. Ada yang memotong daging, menusuknya ke tusukan bambu, ada pula yang bertugas membakar sate di atas bara.

“Meski sederhana, momen nyate bareng ini selalu jadi favorit kami. Rasanya hangat, seru, dan bikin lupa capek,” ujar meyza Maghfiroh, santri kelas 5 TMI.

Kegiatan ini tak hanya menyajikan makanan lezat, tetapi juga menjadi wadah bagi santri untuk belajar makna gotong royong, kerja sama tim, dan kepedulian sosial. Momen ini juga memperkuat hubungan antarangkatan, karena mereka bekerja sama tanpa memandang usia dan kelas.

Tak jarang, terdengar gelak tawa dan candaan antar santri yang membuat suasana semakin akrab. Bahkan para asatidz pun ikut larut dalam kebersamaan, sesekali memberikan arahan, sesekali ikut mencicipi hasil bakaran para santri.

Di tengah aroma sate yang menggoda, kegiatan ditutup dengan makan bersama. Para santri duduk lesehan. Raut wajah mereka memancarkan kepuasan dan rasa syukur yang tulus.

“Dari sholat sampai nyate bareng, semuanya kami jalani bersama. Inilah momen yang membentuk karakter, bukan hanya ilmu, tapi pengalaman hidup,” ungkap Ustadzah Ihdayani yang turut membimbing.

Dengan semangat dan kekompakan seperti ini, perayaan Idul Adha di Ponpes Darul Mujahadah bukan sekadar rutinitas keagamaan, melainkan proses pendidikan karakter yang membumi: menanamkan keikhlasan, mengasah empati, dan mempererat ukhuwah islamiyah di antara para santri.

Oleh: Zakia Lailul Falah (5 TMI)