Kegiatan Inspiratif: Kunjungan Penulis di Pondok Pesantren Darul Mujahadah

Kegiatan Inspiratif: Kunjungan Penulis di Pondok Pesantren Darul Mujahadah

Pondok Pesantren Darul Mujahadah menggelar sebuah acara Creative talk yang bertempat di aula pesantren Pada hari Sabtu, 11 Januari 2025. Acara tersebut dihadiri oleh seluruh santri, dewan guru, dan tamu spesial dari Gramedia, Gradien Media, Kawah Media, distributor serta seorang penulis buku terkenal, Khoirul Trian. Dan salah satu karyanya yang dibahas dalam acara ini berjudul "Ayah, Ini Arahnya Kemana, Ya?"

Acara dimulai pukul 08.00 WIB yang dipandu oleh Fairuz Nazril dan Abyan sebagai MC. Kegiatan diawali dengan pembacaan Al-Qur'an oleh Rahma Aulia, kemudian menyanyikan lagu Indonesia Raya, Hymne Oh Pondokku, dan Mars Darul Mujahadah, dan dilanjut penyampaian sambutan dari pimpinan Pondok pesantren Darul Mujahadah yaitu Al-Ustadz Moh. Eko Hadi Kuncoro, S.Fil.I., M.Pd.

Al-Ustadz Moh. Eko Hadi Kuncoro, S.Fil.I., M.Pd. dalam sambutannya menyampaikan pesan, "Ilmu bagaikan buruan yang harus dijaga, dan tulisan adalah pengikatnya. Jika ilmu tidak diikat, maka akan hilang begitu saja. Kunci kemudahan adalah istiqamah." Beliau berharap agar Pondok Darul Mujahadah akan lahir penulis-penulis hebat di masa depan.

Acara dilanjut dengan doa yang dipimpin oleh Al-Ustadz Khoirudin. selanjutnya memasuki sesi inti, yaitu Creative Talk, sesi ini dipandu oleh Kak Fatwah sebagai host, dengan narasumber Bapak Tri Prasetya. Beliau memberikan motivasi kepada para santri tentang pentingnya membaca dan menulis. Dalam paparannya, ia berkata, "Setiap penulis ada zamannya, dan setiap zaman ada penulisnya. Kebiasaan membaca dapat menghasilkan potensi besar. Yang mahal bukan tulisan, tetapi logikanya. Media sosial hanyalah alat yang di dalamnya terdapat penjerumus sekaligus peluang." ujarnya.

Kemudian Khoirul Trian selaku narasumber berbagi cerita tentang perjalanan hidup dan cita-citanya yang semula ingin membuat film. Ia juga membahas isi bukunya, "Ayah, Ini Arahnya Kemana, Ya?" Dalam bukunya, ia menyampaikan pesan penting: "Ayah mewariskan bentuk tubuh kepada anaknya. Sebagian tubuh kita adalah bagian dari tubuh ayah. Jadi, jika kalian menyayangi ayah, jagalah tubuh kalian yang hanya satu ini."

Pada sesi tanya jawab, Ka Tri Prasetyo menjelaskan cara mengekspresikan tulisan dengan lebih baik. Dilanjutkan dengan sesi bookshop, para santri diberi kesempatan menulis surat yang kemudian dimasukkan ke dalam Kotak Luka Hati. Surat-surat tersebut dibacakan secara acak, menciptakan momen haru, terutama saat Ustadz Eko Hadi Kuncoro menyampaikan pesan mendalam:

"Kalian masih kecil, pengalaman kalian masih sedikit, tetapi beban kalian begitu berat. Namun, Allah memberikan ujian sesuai kemampuan hamba-Nya. Sungguh, Allah Maha Kuasa."

Acara ini tidak hanya memberikan motivasi, tetapi juga membangkitkan semangat literasi di kalangan santri Pondok Pesantren Darul Mujahadah.