Kajian Fikih Santri Darul Mujahadah di Jam Ngabuburit

Kajian Fikih Santri Darul Mujahadah di Jam Ngabuburit

Sabtu, 16 Maret 2024 bertepatan dengan 6 Ramadan 1445 para santriwati Darul Mujahadah melaksanakan kajian fiqih bersama Al Ustadzah waritsatul Jannah, M.Pd. Kajian fikih merupakan salah satu rentetan kegiatan Ramadhan yang diadakan setiap hari Sabtu oleh qismu ta'lim(Bagian Pengajaran). Yang mana acara mulai pada pukul 16.30 - 17.05, Al Ustadzah Waritsatul Jannah menjelaskan tentang adab ketika shalat, karena bahwa salat itu adalah amalan yang akan dihisab pertama kali di akhirat kelak. jika Shalat kita baik, maka amalan yang lain juga akan menjadi baik begitu pula sebaliknya, jika shalat kita buruk, maka amalan yang lain akan menjadi buruk. Adapun beberapa hal yang membuat Shalat kita menjadi bagus, antara lain yaitu niat yang mana Rasulullah SAW bersabda yang Arti Haditsnya sebagai berikut:
Dari Amirul Mu’minin, Abi Hafs Umar bin Al Khottob radiallahuanhu, dia berkata, Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya karena dunia yang dikehendakinya atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan. (diriwayatkan dua imam Hadits yaitu; Abu Abdullah Muhammad bin Isma’il bin Ibrahim bin Al Mughirah bin Bardizbah Al Bukhori dan Abu Al Husain, Muslim bin Al Hajjaj bin Muslim Al Qusyairi An Naishaburi dan kedua kitab Shahihnya yang merupakan kitab yang paling shahih yang pernah dikarang) yang artinya segala sesuatu tergantung pada niatnya.
Kemudian beliau Ustadzah Waritsatul Jannah bertanya apa sih yang akan kita lakukan di masjid? apakah bermain, tidur, atau beribadah kepada Allah swt., maka semua jawaban kembali pada niat awal kita. Saat kedua kaki kita melangkah ke masjid perbanyak dzikir, sholawat, dan tidak lupa untuk membaca doa masuk Masjid serta masuk menggunakan kaki kanan, jika masih ada waktu disunahkan untuk Shalat Tahiyatul Masjid, juga perbanyaklah amalan-amalan sunnah lainnya. Karena amalan yang wajib belum tentu cukup untuk bekal di akhirat. Selain itu, beliau juga menjelaskan urutan shalat dari niat hingga Salam agar shalat kita sempurna. Kemudian beliau menyampaikan bahwa gerakan shalat itu memiliki banyak manfaat maka dari itu, kita harus khusyuk saat salat. Kajian fikih ini diadakan untuk menambah wawasan para santri sekaligus untuk mengisi waktu luang menunggu Azan maghrib berkumandang, puasa berkah dapat kajian manfaat, ngabuburit Ala Santri Darul Mujahadah.