Improvement Generation Gelar Bedah Buku di Ponpes Darul Mujahadah
- Santri
- 01 Jan 2025
- 781

Untuk pertama kalinya, siswa akhir TMI Improvement Generation mengadakan acara bedah buku. Acara ini berlangsung pada tanggal 1 Januari 2025 di Aula Pondok Pesantren Darul Mujahadah. Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan minat baca di kalangan santri pondok.

Acara dibuka oleh MC, Rafa Maida dan Ramayza Elya, pada pukul 8 malam. Dalam sambutannya, keynote speaker, Al Ustadz Moh. Eko Hadi Kuncoro, S.Fil.I., M.Pd., menyampaikan pesan: "Kita tidak melihat kesuksesan seseorang, tetapi melihat bagaimana cara dia mencapai kesuksesan."
Sebanyak sepuluh santri dari Improvement Generation menjadi perwakilan, terdiri atas lima banat dan lima banin. Para pembicara menyampaikan materi dari berbagai buku inspiratif yang mereka bahas:
- Muhammad Fairuz Nazril membedah buku "Menikmati Segala Kenyataan Hidup". Ia menuturkan, "Jika kalian melakukan kesalahan, jangan pernah menyalahkan keadaan."
- Arini Zulfa menjelaskan isi buku "Di Balik Garis Batas". Ia menekankan bahwa merantau adalah proses datang ke tanah asing untuk memperoleh pengetahuan dan pengalaman. “Yakinlah saat membuat langkah maju, karena keraguan hanya akan membawa kita mundur. Sesungguhnya, selalu ada jalan bagi mereka yang ingin berjuang,” ujarnya.
- Maulana Dimas Rizki membahas buku "Berbicara Secara Efektif". Ia mengatakan bahwa berbicara adalah kemampuan menggunakan suara dan kata-kata untuk menyampaikan sesuatu. “Ada beberapa tips, yaitu percaya diri, rencanakan, dan persiapkan dengan baik. Saat berbicara di depan umum, kita harus memahami audiens dan tetap fokus,” jelas Maulana Dimas.
- Rahmawati mengulas buku "Love Your Day, Love Your Life". Buku ini menyoroti pentingnya menghindari membicarakan kejelekan orang lain, karena hal itu hanya membuang waktu, melelahkan secara fisik dan mental, serta dapat menimbulkan perselisihan.
- Firdaus Ashab membawakan buku "Perbaiki Diri, Perbaiki Hati". Ia menjelaskan bahwa sesekali waktu kita perlu merenung dalam kesunyian. “Allah menciptakan kita untuk beribadah kepada-Nya. Ada dua pilar penting dalam kehidupan, yaitu muhasabah diri dan muhasabah hati,” ungkap Firdaus.
- Siti Sofiyah membahas buku "Teruntuk Perempuan Beriman". Ia mengingatkan pentingnya bersyukur atas segala hal, baik secara rohani maupun jasmani. “Bersyukur berarti meyakini bahwa semua nikmat berasal dari Allah,” katanya.
- Havista Mahmud mengulas buku "The Key Habits", yang mengajarkan kebiasaan-kebiasaan kunci untuk mencapai keberhasilan dalam hidup.
- Zahra Sa'diyah membahas buku "Berhenti Menuntut Kesempurnaan di Dunia yang Tak Sempurna". Ia menegaskan bahwa kesempurnaan tidak selalu berarti menjadi kaya. “Ada tiga cara untuk menjadi sempurna, yaitu memiliki kebahagiaan, pikiran yang jernih, dan opini yang positif,” jelasnya.
- Maulana Zuhrul Alam menyampaikan ulasan tentang sebuah biografi yang mengangkat kisah Andy Noya, seorang tokoh inspiratif dalam dunia jurnalistik.
Acara ini ditutup oleh Aisyah Pramesti, yang membawakan buku "Independent Woman". Buku ini menekankan bahwa seorang ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya, yang menjadi fondasi penting dalam membangun generasi masa depan.
Acara bedah buku ini tidak hanya memberikan wawasan baru, tetapi juga menginspirasi peserta untuk terus belajar dan memperbaiki diri melalui karya-karya yang penuh makna. Semoga semangat literasi yang disampaikan dalam acara ini dapat terus menyebar dan menginspirasi banyak orang.
Arsip Berita
Pengumuman
- 16 Jun 2020
- 11 Mei 2023
- 10 Mar 2021