Hangatnya Silaturahmi Keluarga Besar PII YOGBES bersama Darul Mujahadah

Hangatnya Silaturahmi Keluarga Besar PII YOGBES bersama Darul Mujahadah

Darul Mujahadah– Acara silaturahmi antara keluarga besar Pelajar Islam Indonesia (PII) Yogyakarta dan Besuki dengan keluarga besar Pondok Pesantren Darul Mujahadah berlangsung pada hari Sabtu, 8 Februari 2025, bertempat di aula Pondok Pesantren Darul Mujahadah. Acara ini dimulai pada pukul 10.00 WIB dan dipandu oleh Kak Fairuz Nazril Amrullah sebagai pembawa acara.

Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk mempererat ukhuwah Islamiyah antara PII dan santri pondok pesantren, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan serta mengenang kembali persaudaraan mereka dengan almarhum Drs. K.H. Asrori Muhtarom, seorang mantan aktivis PII yang juga memiliki peran penting dalam dunia pendidikan Islam.

Kehadiran anggota PII Yogyakarta dan Besuki disambut dengan hangat oleh grup Hadroh Al-Rahmah yang mengisi suasana dengan alunan musik religi. Selanjutnya, seluruh santri menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Mars Darul Mujahadah, dan Hymne oh pondokku, menambah kesan khidmat pada acara tersebut.

Acara dibuka dengan sambutan-sambutan yang diawali oleh Bapak Heri Ananta, SE, MM, selaku Ketua PII Yogyakarta. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa Keluarga Besar PII (KBBI) merupakan kelompok orang yang berperan penting di PII. Bapak Heri juga menceritakan sejarah singkat mengenai Pondok Pesantren Darul Mujahadah (PPDM) serta memperkenalkan anggota PII yang berasal dari Tegal.

Sambutan kedua disampaikan oleh Bapak H. Rodjai S. Irawan, SH, MM, selaku Pembina Yayasan Darul Mujahadah. Beliau mengenalkan beberapa tokoh penting yang hadir dalam acara tersebut, seperti KH. Moh. Sayyidi, salah satu pendiri Yayasan Pondok Pesantren Darul Mujahadah, H. Ali Ma'muri yang memiliki gagasan dalam mendirikan pondok ini, serta H. Mudofar, salah satu aktivis yang turut andil dalam pendirian Pondok Pesantren Darul Mujahadah.

Bapak Rodjai juga menyampaikan sejarah berdirinya Pondok Pesantren Darul Mujahadah. "Maka dari itu, pondok pesantren ini diberi nama Darul Mujahadah, berasal dari kata jihad yang berarti bersungguh-sungguh," ujar beliau.

Sambutan ketiga disampaikan oleh pimpinan Pondok Pesantren Darul Mujahadah, Al-Ustadz Moh. Eko Hadi Kuncoro, S.Fil.I., M.Pd. Dalam sambutannya, beliau mengungkapkan rasa bangganya terhadap santri-santri pondok.

"Doakan semoga santri-santri kami selalu diberi kesehatan dan semangat dalam berdisiplin," ujar beliau.

Beliau juga menegaskan bahwa pondok pesantren adalah tempat yang terus bergerak dan tidak pernah tidur. Mengutip seorang filsuf Muslim, Iqbal, beliau menyampaikan:

"The secret of life is movement... rahasia kehidupan dan esensi kehidupan adalah pergerakan. Saya ada, saya hadir, saya diakui ketika saya bergerak."

Dalam kesempatan itu, beliau juga menyerukan pentingnya pergerakan dalam kehidupan, seraya menegaskan, "Sesungguhnya dalam pergerakan ada keberkahan."

Setelah sesi sambutan selesai, acara dilanjutkan dengan berbagai penampilan seni dari para santri. Penampilan pertama adalah tari Saman putri yang memukau para tamu dengan kekompakan dan ketepatan ritmenya. Selanjutnya, para santri menampilkan pidato dalam tiga bahasa:

  • Pidato Bahasa Inggris oleh Zakia Lailul Falah
  • Pidato Bahasa Indonesia oleh Wulan Safitri
  • Pidato Bahasa Arab oleh Aghnia Mutiara

Pidato tersebut berisi pesan penting mengenai bagaimana pemuda Muslim Indonesia harus cerdas dalam memanfaatkan teknologi dan media sosial untuk kebaikan di tengah pesatnya perkembangan informasi.

Penampilan terakhir dari santri adalah tari Zapin Melayu, yang dibawakan oleh santri akhir TMI putra.

Sebagai penutup acara, Tim Kesenian KBPII YOGBES mempersembahkan lagu-lagu khas PII. Uniknya, paduan suara ini terdiri dari para lansia yang tetap semangat membawakan lagu-lagu dengan penuh penghayatan.

Acara ditutup dengan Tajammuk dan makan bersama, menciptakan suasana penuh kehangatan dan kebersamaan di antara dewan guru Darul Mujahadah dan tamu yang hadir.

 

Tim DMC