Haflatul Ikhtitam Alumni ke-27 Bertabur Haru dan Doa

 Haflatul Ikhtitam Alumni ke-27 Bertabur Haru dan Doa

Ahad, 18 Mei 2025 M bertepatan dengan 20 Dzulqa’dah 1446 H, Pondok Pesantren Darul Mujahadah kembali menggelar acara tahunan yang penuh haru dan makna, Haflatul Ikhtitam. Acara ini menjadi penanda berakhirnya masa studi santri kelas 6 TMI, sekaligus menjadikan mereka bagian dari keluarga besar alumni. Tahun ini, angkatan ke-27 mengusung nama Improvement Generation, sebagai simbol tekad untuk terus tumbuh dan memperbaiki diri.

Sejak pagi, aula pondok telah dipenuhi suasana semarak namun tetap khidmat. Para hadirin dari kalangan asatidz, wali santri kelas 6, hingga seluruh santri Darul Mujahadah turut memeriahkan acara. Rangkaian dibuka dengan penampilan Tari Saman dari santri putri, yang memukau hadirin dengan gerakan lincah dan penuh kekompakan. Tarian ini menjadi simbol dari semangat kebersamaan, dan keindahan budaya.

Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan penampilan pidato tiga bahasa—Arab, Inggris, dan Indonesia—oleh santri kelas 2 TMI. Penampilan ini mencerminkan salah satu ciri khas pondok dalam membina kemampuan berbahasa dan percaya diri santri di depan publik. Dengan fasih dan penuh semangat, mereka menyampaikan pesan-pesan moral dan dakwah yang menggugah.

Grup hadrah putra kemudian tampil membawakan lantunan shalawat dan pujian kepada Nabi Muhammad SAW yang menggetarkan hati. Alunan rebana dan suara kompak para santri menambah suasana religius dalam acara, seolah mengiringi doa-doa para hadirin untuk para calon alumni yang akan melanjutkan perjuangan di medan yang lebih luas.

Suasana mendadak hening dan tegang saat Al-Ustadz Ismail Marzuki, S.S., selaku kepala madrasah, membacakan hasil kelulusan. Sorotan utama tertuju pada santri Maulana Zuhrul Alam Asukendar, satu-satunya santri yang berhasil meraih predikat mumtaz. Ia pun maju ke depan dan menerima tepuk tangan meriah dari seluruh hadirin.

Sebagai bentuk penghargaan sekaligus tantangan, Maulana Zuhrul Alam diuji secara langsung oleh Pimpinan Pondok, Al-Ustadz Moh. Eko Hadi Kuncoro, S.Fil.I., M.Pd., dengan pertanyaan dalam bahasa Arab dan Inggris, menyangkut ilmu balaghah, bayan, badi’, nahwu, dan shorof. Dengan percaya diri, Maulana menjawab setiap pertanyaan dengan lancar, membuktikan kualitas ilmunya dan keberhasilan sistem pendidikan pondok.

Puncak acara menjadi sangat emosional ketika lagu perpisahan diputar. Para santri kelas 6 satu per satu memeluk orang tua mereka dengan tangis haru. Banyak dari mereka menangis tersedu, mengenang perjuangan selama enam tahun di pondok: mulai dari berjibaku dengan pelajaran, hidup jauh dari keluarga, hingga menempa karakter diri di bawah bimbingan para asatidz.

Acara ini bukan sekadar perpisahan, tapi juga awal dari perjalanan baru. Para alumni diharapkan mampu membawa ilmu dan nilai-nilai pondok ke tengah masyarakat. Semoga mereka senantiasa menjadi insan yang saleh, cerdas, dan bermanfaat, menjunjung tinggi nama baik Darul Mujahadah dalam setiap langkah hidupnya.

Oleh: Ajeng Eka Latief (Tim DMC)