Pencarian

+

Tiga Amalan Penting Saat Ramadhan

Tiga Amalan Penting Saat Ramadhan
Tiga Amalan Penting Saat Ramadhan

Darul Mujahadah -- Bulan Ramadhan yang dirindukan sebentar lagi datang. Sudah selayaknya kita sebagai kaum Muslimin memanfaatkan Ramadhan untuk memaksimalkan amal ibadahnya. Baik kesalehan ritual kepada Allah maupun kesalehan sosial kepada sesama umat manusia, khususnya sesama Muslim.

Bertemu dengan Ramadhan adalah kenikmatan luar biasa. Kita semua tentu berharap bisa bertemu dengan tamu agung yang dinantikan oleh ummahlt muslim di seluruh dunia. Karena di dalamnya penuh rahmat, keberkahan dan adanya jaminan pengampunan dari Allah SWT.

Nah untuk menyambut dan memaksimalkan Ramadhan yang sebentar lagi datang kita perlu mempersiapkan diri kita dengan ilmu yang berkaitan dengan Ramadhan agar amal ibadah kita lebih baik dari sebelumnya.

Menurut guru besar IPB, Prof. Dr. KH. Didin Hafidhuddin, MS, selain ibadah puasa, paling tidak ada tiga ibadah lain yang penting untuk dilaksanakan dan ditingkatkan dengan sebaik mungkin.

Ketiga amalan tersebut adalah Tartil Quran, Shalat Sunnah dan Sedekah.

Ia menjelaskan, pertama, memperbanyak tartil Quran. Tartil Quran bukan sekadar membaca Al-Qur'an, melainkan membaca Al-Qur'an dan mempelajari makna dan kandungannya. Menjelang Ramadhan, agar kita membuat target tartil Quran selama Ramadhan. Misalnya membaca dan mempelajari kandungan Surat Al-Baqarah. Membaca dan mempelajari kandungannya dengan sebaik mungkin. Surat Al-Baqarah merupakan surat yang sangat penting kita baca dan pelajari, sebab memuat berbagai pesan penting dalam Alquran. Sekitar 70 persen kata-kata dalam Al-Qur'an ada di Surat Al-Baqarah.

Apa yang selama ini dilakukan masyarakat pada bulan Ramadhan, yakni tadarus itu baik. Namun yang harus dipahami, tadarus itu bukan sekadar membaca Al-Qur'n, melainkan juga mempelajari makna dan pesannya. Bukan sekadar target jumlah surat yang kita baca selama Ramadhan, misalnya satu kali khatam, melainkan juga agar kita coba memahami makna dan pesan yang terkandung dalam surat-surat dan ayat-ayat yang kita baca tersebut.

Kedua, Ramadhan merupakan momentum untuk memperbanyak shalat sunnah, terutama shalat Tarawih dan shalat Tahajud atau qiyamullail. Melaksanakan shalat Tarawih dengan sebaik mungkin. Tidak terburu-buru dan cepat-cepat dalam melaksanakan. Baik yang memilih Tarawih 8 rakaat maupun 20 rakaat. Intinya adalah melaksanakan shalat Tarawih tersebut dengan bacaan khusyu’ dan bacaan  yang tartil, sehingga dapat diresapi dan dipetik maknanya.

Kiai Didin menegaskan bahwa shalat Tarawih tidak menghilangkan shalat Tahajud atau qiyamullail. Karena shalat Tarawih khusus hanya ada pada bulan Ramadhan, sedangkan shalat Tahajud ada setiap malam, sepanjang tahun. Hanya yang perlu diperhatikan adalah agar selesai Tarawih langsung shalat Witir, maka selesai qiyamullail tidak perlu lagi Witir. Kalau shalat Tarawih tidak ditutup dengan Witir, maka selesai shalat Tahajud, agar menutupnya dengan Witir. Sebagaimana Nabi menegaskan bahwa tidak ada dua witir dalam satu malam.

Ketiga adalah dengan memanfaatkan Ramadhan untuk memperbanyak infak dan sedekah. Bukan zakat. Sebab, zakat yang terkait dengan Ramadhan, hanyalah zakat fitrah. Zakat itu harus diberikan pada bulan Ramadhan, khususnya menjelang akhir Ramadhan sampai menjelang shalat Idul Fitri.

Yang terpenting adalah memperbanyak infak dan sedekah selama bulan Ramadhan. Inilah momentum yang luar biasa bagi kita untuk melatih diri kita agar selalu gemar berinfak dan bersedekah, dan menjadikannya sebagai gaya hidup kita sehari-hari selepas Ramadhan.

Mudah-mudahan kita dapat dipertemukan dengan Ramadhan tahun ini dan mampu memanfaatkannya dengan cara meningkatkan amal ibadah kita dengan sebaik mungkin. (Nz)

Sumber: Republika.co.id

Komentar
  1. Belum Ada Komentar
Tambahkan Komentar

Profil
Profil Darul Mujahadah

Darul Mujahadah berdiri di atas dan untuk semua golongan Islam. Sebagai milik ummat akan mengabdi untuk kejayaan Islam dan negara Indonesia.

Kategori
Artikel Populer
Video
Event Terdekat
30
Tanggal
Sep
Bulan
2018
Tahun

Ruqyah Massal

Testimonial

Facebook

Twitter