Pencarian

+

Santri Darul Mujahadah Kobarkan Semangat 17 Agustus

  • HOME
  • Artikel
  • Santri Darul Mujahadah Kobarkan Semangat 17 Agustus
Santri Darul Mujahadah Kobarkan Semangat 17 Agustus
Santri Darul Mujahadah Kobarkan Semangat 17 Agustus

Hiduplah Indonesia Raya…

Lagu Indonesia Raya Bergema di seluruh belahan nusantara. Tepat pada tanggal 17 Agustus 2018 yang bertepatan dengan hari kemerdekaan bangsa Indonesia yang ke-73 tahun, telah merdeka sejak tahun 1945. Bukan hanya merdeka dalam hal penjajahan, namun juga dalam hal pemikiran dan juga pendidikan yang semakin meluas.

Sama halnya seperti di Pondok Pesantren Darul Mujahadah Tegal yang juga melaksanakan Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih diiringi lagu kebangsaan Indonesia yang bertempat di lapangan bola Darul Mujahadah.

Bertemakan serba merah putih, dari pakaian yang dikenakan oleh petugas upacara membuat upacara pengibaran bendera merah putih begitu meriah dan kompak. Tujuan diadakannya acara tersebut adalah untuk mengingat dan meneruskan perjuangan para pahlawan yang sudah gugur, meningkatkan rasa nasionalisme santri, menjunjung tinggi rasa toleransi terhadap sesama dan mensyukuri kemerdekaan yang telah diraih dengan memanfaatkan Sumber Daya Manusia yang ada.

img-1537342545.jpg

Upacara berlangsung dengan khidmat dan haru. Ditambah dengan pembacaan Undang-Undang Dasar 1945 yang begitu bersinergi dan mengingatkan perjuangan di masa lalu. Tahun ini Upacara 17 Agustus terlihat begitu khidmat. Acara juga dihadiri oleh pimpinan pesantren Drs. KH. Asrori Muhtarom dan segenap dewan guru TMI Darul Mujahadah. Bertindak sebagai Pembina Upacara adalah Ust. Ismail Marzuki, S.S. selaku Kepala Madrasah Aliyah Darul Mujahadah.

“Ketika Indonesia sudah merdeka, tugas kita sebagai generasi penerus bangsa adalah mengisi kemerdekaan itu dengan baik. Dengan cara kita masing-masing. Yang menjadi santri atau pelajar, cara mengisi kemerdekaan adalah dengan belajar yang lebih giat, meningkatkan prestasi. Prestasi belajar, prestasi dalam kedisiplinan, kesungguhan dalam beribadah.” Pesan ust. Ismail Marzuki dalam sambutannya.

“Yang menjadi guru atau pendidik, cara mengisi kemerdekaan ini adalah dengan terus belajar meningkatkan kapasitasnya sebagai guru/pendidik agar dapat memberikan pendidikan dan pengajaran yang lebih baik untuk anak-anak didiknya. Yang menjadi pegawai, petani atau pekerja lainnya tidak lain dan tidak bukan adalah dengan melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya di bidang masing-masing dengan baik,” lanjutnya dalam memberikan sambutan.

Sebagai santri saatnya lah kita berikan yang terbaik untuk agama Islam dan negeri kita tercinta ini, Indonesia. Dengan bersama-sama, bersatu dan bergandeng tangan untuk menuju Indonesia lebih baik lagi.

Oleh karena itu, saatnya santri memegang kendali kembali dan ikut bersama-sama memajukan Indonesia. Maka, Darul Mujahadah mengisi kemerdekaan dengan pendidikan yang baik dan mencintai tanah air serta mendidik generasi untuk bisa memajukan dan merealisasikan cita-cita Indonesia. Mendidik seorang santri, berarti mendidik sebuah generasi. Berawal dari Darul Mujahadah, kita mendidik bangsa Indonesia. 

Di akhir sambutan dengan pekikan keras belia meneriakkan:

Jayalah Indonesiaku

Jayalah negeriku

Jayalah bangsaku

Merdeka

Allohu Akbar

Tak kalah menarik, selepas upacara pengibaran bendera berlangsung dewan guru dan santri kelas 6 TMI mengadakan pertandingan sepak bola. Disaksikan oleh seluruh santri, pertandingan akhirnya dimengkan oleh tim santri. Kemudian dilanjutkan dengan perlombaan 17 Agustus yang ditangani langsung oleh pengurus OSDAM.

Acara ditutup pada sore hari dengan melaksanakan kembali upacara yakni penurunan bendera merah putih yang dilanjutkan dengan pembagian hadiah perlombaan 17 Agustus 2018. (nz)

Komentar
  1. Belum Ada Komentar
Tambahkan Komentar

Profil
Profil Darul Mujahadah

Darul Mujahadah berdiri di atas dan untuk semua golongan Islam. Sebagai milik ummat akan mengabdi untuk kejayaan Islam dan negara Indonesia.

Kategori
Artikel Populer
Video
Event Terdekat
Tidak Ada Event Terdekat

Testimonial

Facebook

Twitter