Pencarian

+

Pentingnya Trust Student Oleh Orang Tua dan Guru dalam Proses Pembelejaran Di Masa Pandemi

  • HOME
  • Artikel
  • Pentingnya Trust Student Oleh Orang Tua dan Guru dalam Proses Pembelejaran Di Masa Pandemi
Pentingnya Trust Student Oleh Orang Tua dan Guru dalam Proses Pembelejaran Di Masa Pandemi
Pentingnya Trust Student Oleh Orang Tua dan Guru dalam Proses Pembelejaran Di Masa Pandemi

Proses pembelajaran dimasa pandemi menjadi tantangan tersendiri bagi guru atau tenaga pendidik. Pasalnya mereka di tuntut untuk mentransfer ilmu secara daring atau online. Hal ini menjadi kekhawatiran bagi sebagian pihak termasuk oleh sebagian guru terkait kualitas akademik murid. Hal ini mungkin didasari, terkadang saat pembelajaran offline banyak  siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami pelajaran apalagi proses pembelajaran secara daring.

Secara umum, sekolah pada dasarnya merupakan satu-satunnya tempat belajar yang paling ideal. Namun dalam perkembangannya hanya sebagian siswa yang mampu dan berkembang dalam proses pembelajaran. Sebagaian yang lain, mengalami rasa malu, takut, dan kehilangan kepercayaan diri. Seperti yang telah berjalan dalam proses pendidikan di Indonesia, anak-anak menggunakan kemampuan berfikir mereka bukan untuk belajar, tetapi untuk melakukan apa yang kita perintahkan yang membuat mereka belajar.

Di masa pandemi ini, saya merasakan secara langsung bagaimana adik saya yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Setiap harinya, ia mendapatkan tugas dan materi dari guru yang disampaikan melalui whatsapp kepada orang tuanya. Dalam hal ini, peran orang tua sangat penting dalam keberlangsungan  pembelajaran siswa. Dampaknya tak sedikit dari orang tua atau guru yang memarahi anaknya karena anaknya sulit memahami materi, atau bahkan distrust kepada anak dan menganggap anak tersebut tidak berhasil dalam pembelajaran serta banyak kekhawatiran lainnya.

Strategi-strategi proses pembelajaran yang memaksa siswa memungkinkan banyak siswa yang berhasil atau lulus sekalipun hanya sedikit yang mereka pelajari disekolah. Namun dalam jangka panjang strategi-strategi ini ternyata membatasi diri, dan yang membuatnya bertambah parah adalah ternyata strategi ini memungkinkan menghancurkan baik karakter maupun kecerdasan si anak. Paksaan belajar bahkan sampe memarahi siswa, pada dasarnya memiliki niatan yang baik. Akan tetapi, nampaknya hal ini justru membendung siswa untuk dapat tumbuh menjadi pribadi luar biasa yang sebenarnya mampu mereka capai.

Sekolah pada dasarnya merupakan sebuah tempat dimana semua anak tumbuh, tidak hanya secara fisik ataupun pengetahuan tetapi juga dalam rasa ingin tahu, keberanian, kepercayaan diri, kemandirian, kemampuan mengambil keputusan, ketahanan, kesabaran, kompetensi, dan pemahaman akan sesuatu. Tapi dalam beberapa tahun ke depan setelah proses akademik, karena dalam sekolah selalu memberikan penghargaan hanya kepada orang yang beprestasi dan menganggap orang yang salah dalam mengerjakan soal adalah bodoh sangat berpengaruh pada psikologi siswa.

Kebanyakan dari kita sulit mempercayai anak-anak. Hal ini karena sejak kecil kita selalu diajarkan untuk tidak percaya sehingga hal inipun kita lakukan kembali kepada anak-anak kita atau peserta didik kita. Seperti dengan menyebutnya, “jika saya saja mampu mengatasi hal itu, mereka harus bisa. Masa gitu aja ga bisa” dan berbagai kalimat ketidakpercayaan lainnya.

Merespon hal ini tentu kita harus berusaha memutus siklus rasa takut yang berkepanjangan dan ketidakpercayaan itu, dan mulai menaruh kepercayaan kepada anak-anak yang dulu tidak kita dapatkan. Mewujudkannya memang memerlukan lompatan dan memiliki tantangan yang besar. Tapi imbalan kedepannya, bisa membuat siswa bisa lebih siap dalam menghadapi realitas kehiodupan yang sebenarnya.

Kenapa kita harus percaya kepada anak-anak atau peserta didik? Pada dasarnya, manusia merupakan makhluk pembelajar. Sejak lahir, manusia sudah terarah untuk belajar. Oleh karena itu, siswa tidak perlu ditakut-takuti dan dipaksa agar mereka belajar. Mereka hanya perlu sara-prasaran, guru sebagai fasilator. Karena tanpa dipaksa, mereka sudah memiliki fitrah untuk belajar. Tinggal bagaimana kita mengarahkan siswa (bukan memaksa) untuk belajar tanpa harus membuat mereka kehilangan kepercayaan diri dan merasa gagal dalam belajar.

Dalam prinsipnya, guru memiliki berbagai tugas penting, diantaranya ; pertama, menyediakan ruang dan sarana-prasaranan yang seluas-luasnya untuk mereka belajar, termasuk bereksplorasi dan berkreasi; kedua, memberikan bantuan dan bimbingan dengan penuh respek saat mereka bicara atau mengungkapkan isi hati dan pikirannya; keempat; lebih banyak berdiri di belakang (fasilitator) dan memberikan ruang lebih kepada siswa untuk belajar sendiri.

Selain keempat hal yang penulis sebutkan diatas, orang tua dan guru harus memiliki kepercayaan kepada anak atau muridnya (trust children). Kita harus meyakini bahwa mereka adalah makhluk pembelajar. Tinggal bagaimana kita memposisikan diri sebagai fasilitator yang bisa membuat siswa mau dan mampu mengikuti proses pembelajaran dengan baik. Dan hal ini bisa dimulai dengan melakukan pedekatan interpersonal. Setelah pendekatan interpesonal terbangun, barulah kita mulai mengisinya dengan sharing yang dapat merubah paradigma siswa. Mulai dari mereka yang dulunya merasa minder karena tidak pandai, membuatnya percaya diri. Ataupun siswa yang dulunya bahwa belajar hanya berorientasi pada nilai tetapi melupakan etika kita rubah dengan pemahaman-pemahaman agar bisa menjadi pribadi yang berkarakter. Saya menganggap bahwa trust children sangat penting untuk dijadikan prinsip dan saya meyakini ini  akan bermanfaat bagi murid dalam menghadapi kehidupan paska sekolah.

Penulis:

Kamas Wahyu Amboro, S.Ag (Guru Pengampu Sejarah Kebudayaan Islam, Lulusan S1 Jurusan Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Peroleh Beasiswa PBSB (Program Beasiswa Santri Berprestasi) Kemenag RI.  Sekarang aktif mengajar di MA Darul Mujahadah.

Komentar
  1. Belum Ada Komentar
Tambahkan Komentar

Profil
Profil Darul Mujahadah

Darul Mujahadah berdiri di atas dan untuk semua golongan. Sebagai milik ummat, Darul Mujahadah berjuang untuk kejayaan Islam, mengabdi untuk agama, nusa dan bangsa.

Kategori
Artikel Populer
Video
Event Terdekat
Tidak Ada Event Terdekat

Testimonial

Facebook

Twitter