Etiket Jelang Liburan Santri Darul Mujahadah

Tanggal: Sabtu / 16 Desember 2017
etiket-jelang-liburan-santri-darul-mujahadah

Darul Mujahadah (14/12/2017) – Sudah menjadi agenda rutin di Ponpes Darul Mujahadah,sebelum perpulangan santri selalu ada Pesan dan Nasihat Liburan dari Pimpinan Pondok untuk para santri-santrinya. Ini bertujuan untuk mengingatkan kepada seluruh santri agar liburan di rumah dapat diisi dengan kegiatan yang bermanfaat.

 

Kali ini Etiket diisi oleh Ustadz Ismail Marzuki, S.S. selaku Kepala MA Darul Mujahadah dan ustadz H. Imam Nawawi selaku guru senior di Darul Mujahadah. Di antara pesan-pesan yang disampaikan adalah arrohatu fi tabadulil a’mal yang artinya istirahat (liburan) adalah perpindahan dari suatu pekerjaan ke pekerjaan yang lainnya.

 

Libur ialah mengganti satu pekejaan dengan pekerjaan lain. Artinya mengganti dengan kegiatan-kegitan yang positif seperti membaca buku, membantu orang tua, menghafal pelajaran, dan masih banyak kegiatan-kegiatan positif lainnya,” pesan Ust Ismail. “Jaga sikap dan prilaku selama di rumah. Jangan tinggalkan salat lima waktu, dan jangan pernah mengadakan acara kumpul-kumpul dengan mengatas namakan pesantren” imbuh Ustad Ismail Marzuki ketika memberikan nasehat seusai sholat Isya berjamaah di hadapan para santri.

 

Pesan yang lainnya yaitu

ﺇﻥَّ ﺍﻟﺸَّﺒَﺎﺏَ ﻭَ ﺍﻟْﻔَﺮَﺍﻍَ ﻭَ ﺍﻟْﺠِﺪَﺓَ ﻣَﻔْﺴَﺪَﺓٌ ﻟِﻠْﻤَﺮْﺀِ ﺃﻱَّ ﻣَﻔْﺴَﺪَﺓٍ

“Sesungguhnya masa muda, waktu luang, dan kekayaan adalah perusak dari segala kerusakan bagi seseorang.”

 

 

Liburan tidak berarti kosong dan bebas mau apa saja. Namun, perubahan aktivitas dari belajar di kelas, perubahan dari aktifitas di dalam pondok menuju aktifitas dalam masyarakat, mengamalkan apa yang telah didapatkan di pondok dalam lingkungan masyarakat. Sehingga saat pulang ke rumah, santri tidak hanya berdiam diri mengurung di kamar. Hanya berdiam di depan tv, makan dan tidur. Asyik bermain dengan gadgetnya. Jasadnya di rumah namun pikirannya ke tempat nun jauh di sana. Teman dan tetangga dekat rumah serasa jauh. Namun teman yang jauh seakan ada di kamarnya, menjadi teman ngobrol dan tempat curhat.

 

Hal ini selalu disampaikan dalam pesan dan nasihat jelang Liburan santri Darul Mujahadah, bahwa jangan sekali-kali liburan dikosongkan begitu saja, tapi harus dipenuhi dengan berbagai kegiatan positif, seperti bersilaturahim, belajar sesuatu yang baru, beraktifitas bersama teman-teman dari luar pondok untuk hal-hal yang baik, dan lain sebagainya. Yang di rumah saja, membantu pekerjaan orang tua. Mungkin di rumah, mungkin di sawah atau mungkin juga di pasar.

 

Kalaupun ingin berekreasipun harus diniatkan untuk menguatkan badan, me-refresh fikiran. Sehingga ketika kembali ke pondok, pikiran bisa segar dan siap menerima materi pelajaran dan kegiatan-kegiatan berikutnya.

 

Sebagaimana yang selalu pimpinan pondok sampaikan, ust Ismail juga berpesan bahwa di kening (jidat) kalian ada tulisan DARUL MUJAHADAH. Maka di manapun kamu akan membawa nama Darul Mujahadah. Orang-orang akan meihatmu sebagai santri Darul Mujahadah. Maka, berpakaianlah sewajarnya, berpenampilan sewajarnya dan berbuat sewajarnya sebagaimana telah disampaikan dalam etiket sebelum perpulangan, sebagai panduan dalam bergaul di masyarakat sebagaimana diajarkan di Darul Mujahadah.

 

Akhirnya, kami ucapkan selamat berlibur bagi santri-santri Darul Mujahadah. Isilah liburanmu dengan berbagai aktifitas yang bermanfaat, bersilaturamim dengan keluarga dan masyarakat sekitar. Persiapkan diri untuk menghadapi kegiatan di Semester Genap nanti dengan rencana-rencana yang sudah kalian siapkan selama liburan. (NZ)

Komentar