KH. Asrori Muhtarom, Guru yang Menginspirasi Ustadz Arifin Ilham

Tanggal: Kamis / 30 November 2017
kh-asrori-muhtarom-guru-yang-menginspirasi-ustadz-arifin-ilham

Guru merasa sangat bahagia dan bangga saat murid yang pernah diajarnya menjadi orang sukses, menjadi orang yang terkenal dan orang besar. Guru tidak akan merasa tersaingi ilmu yang dimiliki oleh muridnya. Namun ia merasa bahagia karena dasar-dasar ilmu yang pernah ditanamkannya dapat diterima, dikembangkan dan diterapkannya dengan baik.

 

Guru merupakan salah satu sumber ilmu yang paling utama. Dialah orang yang dengan berbagai metode, berusaha mentransfer ilmu kepada murid-muridnya. Kebanyakan guru pada saat ini, hanya sebagai penyampai ilmu, yang membuat murid tau ini dan itu. Selain sebagai penyampai ilmu, seorang guru harus bisa menjadi orang tua, motivator, inspirator dan suri tauladan bagi muridnya. Sebagaimana Kyai Asrori Muhtarom, selain menyampaikan ilmu, beliau menggunakan multi-metode dalam proses pengajaran. Beliau merupakan Guru dari Ustadz Arifin Ilham, Pendiri Majelis Az-Zikra. Ustadz Arifin sangat ta’zhim dan cinta kepada gurunya. Sebagaimana yang beliau tuturkan melalui status Facebook K.H. Muhammad Arifin Ilham berikut:

 

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu. Subhanallah walhamdulillah saat Arifin mabit malam jum’at di Masjid Az Zikra Di Gunung Sindur menjelang fajar, Allahu Akbar ku lihat guruku tercinta KH Asrori Muhtaram duduk berzikir sambil menatapku dengan tatapan rindu seorang guru kepada muridnya. Kuhampiri, kucium tangan beliau, kupeluk beliau dengan erat, kutatap wajah beliau dengan cinta penuh ta’zhim, Allahu Akbar air mata beliau mengalir, beginilah beliau dari sejak Arifin di Pondok Pesantren Darunnajah, setiap salaman selesai sholat malam, tampak linangan air mata beliau.

 

Kini usia beliau 67 tahun, dan beliau memiliki “himmah” semangat yg luar biasa dalam ibadah dan da’wah. Kharisma beliau sangat kuat buah sholat malam beliau. “Hamba Allah yang istiqomah sholat akan Allah beri “haibatul anbiyai” wibawanya para nabi”, subhanallah begitulah beliau. Kini beliau diamanahi Allah memimpin pondok pesantren Darul Mujahadah Tegal. Murah senyum, rendah hati, belas kasih, kalau bicara “jawamiul kalimi” lembut pelan kalimat padat penuh makna. Oh ya satu hal yg tidak pernah Arifin lupakan saat nyantri dijewer beliau, “hem, nakal sih!”, karena bandel datang terlambat berjamaah di mesjid. Alhamdulillah jeweran itulah membuat Arifin selalu ingin shof paling depan. Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya Allah dan para Malaikat-Nya bershalawat kepada hamba hamba Alllah yg berada pada shaff-shaff terdepan” (HR Nasai).

 

Alhamdulillah beliau adalah guru teladan “qoulan wa fi’lan” yang mengajar dan mengamalkan ilmunya, inilah “white image”, kesan mendalam dan indah, para santri pun cinta kagum terkesan teringat rindu dan selalu ingin mengamalkan wasiat ilmu yang beliau sampaikan. Subhanallah ini pula yang mengokohkan cita cita Arifin yg memang dari kecil ingin menjadi seorang guru. “Jazaakumullah terima kasih guruku, engkau uswah bagiku dalam sunnah Rasulullah, Ya Allah berkahilah guru hamba dg sehat afiyat dalam kenikmatan ibadah dan da’wah…aamiin”.

 

Kyai Asrori Muhtarom, salah satu inspirator Ustadz Arifin Ilham yang jarang dikenal. Seorang guru yang menjadi suri tauladan bagi anak didiknya, baik dalam perkataan maupun perbuatan. Begitulah seharusnya seorang guru. Murah senyum, rendah hati, belas kasih, kalau bicara “jawamiul kalimi” lembut pelan kalimat padat penuh makna. Beliau yang kini diamanahi Allah memimpin Pondok Pesantren Darul Mujahadah Tegal, semoga selalu diberi kesehatan.

 

Tulisan oleh: Kamas Wahyu Amboro

(Alumni Ke-18 PPDM, Sekarang sebagai Mahasiswa Jurusan Tasawuf Psikoterapi UIN Sunan Gunung Djati Bandung)

Komentar